Sebenarnya, kamu tidak perlu merasa bersalah dan menggunakan banyak alasan untuk mengambil cuti sakit. Namun, ada waktu terbaik mengambil cuti sakit, dan beberapa tips agar kamu terhindar dari perasaan seperti itu.
Misalnya, cuti di hari yang berat untukmu, seperti peringatan kematian orang yang dicintai. Beri tahu mengenai hal ini jauh-jauh hari kepada manajer agar mereka bisa menjadwalkannya terlebih dahulu.
Hubungi (atau kirim email) dan beri tahu supervisor atau manajer segera setelah kamu memutuskan memerlukan hari libur untuk merawat kesehatan mentalmu agar mereka dapat membuat rencana.
Baca Juga: Bawa Laptop dalam Keadaan Terbuka dengan Satu Tangan, Hm... Combo Nyerinya!
Jika perlu, libatkan departemen SDM untuk menghindari komentar negatif atau penolakan karena mereka yang lebih mengerti aturannya.
Apa yang harus dilakukan saat cuti?
Berbaring di tempat tidur sepanjang hari mungkin merupakan obat terbaik untuk flu. Namun, ini tidak bisa diterapkan saat kamu merasa depresi, kelelahan, atau stres.
Cobalah habiskan cuti dengan cara yang akan membantumu melawan efek stres, seperti:
• Meditasi
• Menemui terapis
• Keluar dan menikmati suasana alam yang menenangkan
• Menikmati pijatan
• Membaca buku, menulis jurnal, melukis, atau menggambar, juga akan membantumu merasa segar dan menghilangkan stres.
Jika selama ini kamu mengesampingkan semua kebutuhan pribadi, ini waktu yang tepat untuk melakukannya. Kamu bisa membersihkan atau merapikan lemari agar kamu tidak merasa semakin cemas saat melihatnya berantakan.
Baca Juga: Luangkan Waktu Tidur Siang Agar Lebih Produktif Saat Bekerja, Ini Caranya!
Namun, yang paling penting adalah mendengarkan tubuh dan lakukan apa yang menurutmu terbaik.
Jika kamu kurang tidur dan badan terasa pegal-pegal, kamu bisa tidur seharian dan dipijat setelahnya. Merasa terjebak di dalam rumah? Pergilah jalan-jalan atau berenang. Jika kewalahan karena tugas-tugas yang memerlukan perhatian, selesaikan.
Jadi, jangan takut mengajukan cuti saat kamu merasa burnout atau merasa kesehatan mental bermasalah.
Lagipula, tanpa kesehatan mental yang positif, hampir mustahil untuk mewujudkan potensi penuh dirimu, dan bekerja secara produktif. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Pemerintah Jepang Semakin Rajin Rekrut Pekerja Asing, tapi Terapkan Aturan Kerja yang Sulit
Banyak Adegan Intim di Sleep Call, Laura Basuki Minta Dibantu Intimacy Coordinator
Kabar Buruk! Elon Musk Berencana Terapkan Biaya Langganan X per Bulan untuk Pengguna
Google Kembali Berhentikan Ratusan Karyawan, Paling Banyak dari Departemen Perekrutan
Kakeibo, Seni Membuat Anggaran dan Menabung ala Jepang yang Praktis dan Mudah Diikuti
Tragis, Korban Pinjol Dipecat dari Kantor dan Bunuh Diri karena Diteror oleh Debt Collector