PejuangKantoran.com - Bagi yang pekerjaannya mengharuskan untuk duduk lama di depan komputer, pasti pernah mengalami nyeri leher, yang biasa disebut neck hump atau punuk leher.
Dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut kifosis, yang menggambarkan lengkungan berlebihan pada tulang belakang di punggung atas, dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu.
Begitu punggung mulai membentuk lengkungan akibat membungkuk, kamu secara alami mengimbanginya dengan meregangkan leher ke depan dan memiringkan kepala ke atas untuk menjaga pandangan tetap sejajar. Hal ini akan membuat kurvanya semakin menonjol.
Baca Juga: Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Jenis kifosis
Para dokter menyebut ada tiga jenis kifosis, yaitu postural, kongenital, dan Scheuermann. Namun, di sini yang akan lebih dibahas adalah kifosis postural karena berkaitan dengan postur tubuh. Ini juga menjadi kifosis yang paling umum.
Sementara kifosis kongenital adalah tulang punggung tertentu yang tidak berkembang dengan baik dan didiagnosis saat lahir.
Lalu, ada kifosis Scheuermann atau kondisi keturunan yang muncul antara usia 10 – 15 tahun dengan bentuk tulang belakang melengkung yang disebabkan oleh tulang belakang yang berbentuk baji.
Khusus untuk kifosis postural, saat masih ringan dapat menyebabkan nyeri atau kaku punggung, kelelahan, dan otot paha belakang yang tegang. Namun, kelengkungan yang lebih parah dapat menyebabkan:
- Sakit punggung kronis
- Mobilitas terbatas, termasuk kesulitan berjalan, melihat ke atas, atau berpindah dari duduk ke berdiri
- Mati rasa atau kesemutan pada kaki
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Acid reflux, atau asam lambung naik ke kerongkongan
- Kesulitan menelan
- Penyebab terjadinya kifosis
Rahul Shah, Ahli Bedah Tulang Belakang dan Leher Ortopedi Bersertifikat, dan Dr. Liza Egbogah, ahli osteopati dan kiropraktik manual, menyebut bahwa sebagian besar penyebab kifosis antara lain:
Postur tubuh yang buruk
Saat membungkuk, kepala akan condong ke depan sebagai kompensasi, yang membuat punuk leher lebih terlihat.
“Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan perangkat yang membuatmu condong ke depan dan melihat ke bawah adalah penyebab utamanya,” kata Dr. Liza.
Baca Juga: Bisakah Karyawan Mengambil Cuti Sakit karena Burnout, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Cuti?
Radang sendi
Artikel Terkait
Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Magisha Putri Erick Thohir Bocorkan Rahasia: Daddy-nya Ternyata Suka Dance Kpop
Bill Gates Lebih Pilih Pekerjakan 'Orang Malas', Tapi Malas Seperti Apa yang Dimaksud?
Mind Mapping Bisa Bikin Belajar Lebih Maksimal, Kamu Bisa Dapatkan Template Gratisnya di Sini!
Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya
Jika Merasakan Toxic Positivity di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?