Gula Tambahan Bisa Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Bagaimana dengan Pengganti Gula?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 5 Desember 2023 | 08:00 WIB
Ilustrasi gula (freepik.com/fabrikasimf)
Ilustrasi gula (freepik.com/fabrikasimf)

Menurutnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat mengubah mikrobioma usus dan menyebabkan kenaikan berat badan, meskipun tidak mengandung kalori.

Ini karena pengganti gula tetap bisa meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

Misalnya saja aspartam, yang baru-baru ini menghadapi beberapa kontroversi, bahkan disebut "berisiko karsinogenik bagi manusia" oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker.

Baca Juga: Sekarang Bukan Hanya Feedback yang Penting bagi Karyawan, tapi Juga Feedforward

Namun, perlu diingat bahwa kesimpulan ini didasarkan pada bukti yang terbatas. Selain itu, para ilmuwan mencatat bahwa mengonsumsi hingga 40 miligram per kilogram berat badan masih aman.

Meskipun begitu, beberapa ahli menyarankan untuk menggunakan pengganti gula dengan hati-hati.

"Saya menyarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, atau sukralosa karena efek jangka panjangnya yang belum diketahui pada kesehatan," kata Sarah Olszewski, seorang ahli gizi terdaftar.

Namun, jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah sedang, maka dampak negatifnya mungkin akan kecil. Jadi, untuk amannnya, gunakan pengganti gula dalam jumlah yang wajar. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X