Kena Dampak Duduk Terlalu Lama, Sinyal Pekerja Kantoran Butuh Fisioterapi

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Desember 2023 | 12:10 WIB
Ilustrasi: Bare minimum mondays merupakan salah satu istilah baru di dunia kerja, di mana karyawan merasa hanya perlu melakukan tugas-tugas ringan di hari Senin. (Freepik/Garets Visual)
Ilustrasi: Bare minimum mondays merupakan salah satu istilah baru di dunia kerja, di mana karyawan merasa hanya perlu melakukan tugas-tugas ringan di hari Senin. (Freepik/Garets Visual)

PejuangKantoran.com - Rupanya banyak kalangan paling mudah menjumpai pekerja kantoran kena dampak duduk terlalu lama atau duduk lama selama melaksanakan pekerjaan di kantor.

Aktivitas pekerja kantoran duduk lama atau duduk terlalu lama saat bekerja bahkan terlampaui dalam hitungan berjam-jam.

Bisa jadi, ada pekerja kantoran yang menikmati duduk lama atau duduk terlalu lama maupun duduk berlama-lama.

Kendati begitu, kena dampak duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama menjadi sinyal pekerja kantoran butuh fisioterapi sebagai upaya pemulihan.

Peringatan Ikhwal dampak pekerja kantoran duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama termaktub dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes yakni kemkes.go.id sebagai catatan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular atau P2PTM per 5 Februari 2018.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular atau P2PTM dalam risalah informasinya memberikan paparan bahwa andai seseorang rajin berolahraga tapi punya kebiasaan duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama, rombongan penyakit berpotensi menyertai seseorang tersebut.

Foto mengenai kegiatan penanganan secara profesional fisioterapis untuk cedera olahraga tenis melalui program Tennis Physio by Bebas Cedera di acara Tennis Kuy.
Foto mengenai kegiatan penanganan secara profesional fisioterapis untuk cedera olahraga tenis melalui program Tennis Physio by Bebas Cedera di acara Tennis Kuy. (Bebas Cedera Jeremy Tobing )
Ungkapan bagi orang berperilaku seperti di atas adalah sitting is the new smoking.

Pemeo sitting is the new smoking hendak berpesan bahwa kebiasaan duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama adalah pembawa beragam dampak penyakit.

Anda ingin menikmati atau bebas dari sitting is the new smoking?

Lantas, selanjutnya, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular atau P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes pun menyitir hasil riset Mayo Clinic.

Duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama bagi pekerja kantoran adalah risiko besar untuk terjadinya kematian dini, penyakit kanker, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular atau penyakit terkait jantung dan pembuluh darah.

Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular atau P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes juga mengutip informasi dari riset Dokter Kevin Campbell, ahli jantung dari Karolina Utara atau North Carolina, Amerika Serikat.

Kata Dokter Kevin Campbell, aktivitas otot besar pada kaki dan punggung selalu terganggu apabila pekerja kantoran terbiasa duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama.

Terganggunya kerja otot besar pada pada kaki dan punggung gegara pekerja kantoran terbiasa duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama mereduksi kerja tubuh mengatur gula darah dan membuang lemak berbahaya yang terkandung di dalam darah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X