PejuangKantoran.com - Rupanya banyak kalangan paling mudah menjumpai pekerja kantoran kena dampak duduk terlalu lama atau duduk lama selama melaksanakan pekerjaan di kantor.
Aktivitas pekerja kantoran duduk lama atau duduk terlalu lama saat bekerja bahkan terlampaui dalam hitungan berjam-jam.
Bisa jadi, ada pekerja kantoran yang menikmati duduk lama atau duduk terlalu lama maupun duduk berlama-lama.
Kendati begitu, kena dampak duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama menjadi sinyal pekerja kantoran butuh fisioterapi sebagai upaya pemulihan.
Peringatan Ikhwal dampak pekerja kantoran duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama termaktub dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes yakni kemkes.go.id sebagai catatan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular atau P2PTM per 5 Februari 2018.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular atau P2PTM dalam risalah informasinya memberikan paparan bahwa andai seseorang rajin berolahraga tapi punya kebiasaan duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama, rombongan penyakit berpotensi menyertai seseorang tersebut.
Pemeo sitting is the new smoking hendak berpesan bahwa kebiasaan duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama adalah pembawa beragam dampak penyakit.
Anda ingin menikmati atau bebas dari sitting is the new smoking?
Lantas, selanjutnya, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular atau P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes pun menyitir hasil riset Mayo Clinic.
Duduk lama atau duduk terlalu lama atau duduk berlama-lama bagi pekerja kantoran adalah risiko besar untuk terjadinya kematian dini, penyakit kanker, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular atau penyakit terkait jantung dan pembuluh darah.
Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular atau P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemkes juga mengutip informasi dari riset Dokter Kevin Campbell, ahli jantung dari Karolina Utara atau North Carolina, Amerika Serikat.
Kata Dokter Kevin Campbell, aktivitas otot besar pada kaki dan punggung selalu terganggu apabila pekerja kantoran terbiasa duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama.
Terganggunya kerja otot besar pada pada kaki dan punggung gegara pekerja kantoran terbiasa duduk lama atau duduk berlama-lama atau duduk terlalu lama mereduksi kerja tubuh mengatur gula darah dan membuang lemak berbahaya yang terkandung di dalam darah.
Artikel Terkait
Pekerja Kantoran Bisa Cari Cuan lewat Investasi Reksadana Pendapatan Tetap, Begini Cirinya
3 Pertimbangan Sebelum Berhenti Jadi Pegawai Kantoran untuk Jadi Wirausahawan, Biar Nggak Nyesel!
Penyebab Kualitas Istirahat Kerja Pegawai Kantoran dan Pekerja Remote Berbeda, Kalau Kamu Gimana?
5 Potongan Daging Sapi Has Luar Atas, Bisa Jadi Bahan Menu Kuliner Apa Saja?
Terpincut Jadi Juara Lomba Kuliner, Ikuti 3 Tips Ini
Sop Buntut alias Oxtail Soup, Kuliner Daging Sapi Paling Moncer Saat Ini
Taste atau Cita Rasa Asam, Asin, dan Manis pada Menu Kuliner Indonesia, Ini Fungsinya
Cara Cerdik Bisnis Kuliner Minus Boros Duit tapi Malahan Bikin Banyak Cuan
Pesan atau Filosofi Jangan Bawa Pisau Tumpul ke Kompetisi Memasak
Pisau Tumpul Vs Pisau Tajam di Lomba Memasak, Siapakah Pemenangnya?
Memotong Daging dan Ikan dengan Pisau Tajam, Mana Lebih Sulit?
Mengasah Pisau, dari Hobi dan Kebutuhan, Terbitlah Cuan
Orang Kantoran yang Doyan Tenis, Waspadai 5 Jenis Cedera Ini