COVID-19 varian JN.1 Sudah Masuk ke Indonesia, Apakah Berbahaya dan Apa Saja Gejalanya?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 19 Desember 2023 | 15:57 WIB
Waduh, Satu Warga Cianjur Positif COVID-19 (Pexels.com)
Waduh, Satu Warga Cianjur Positif COVID-19 (Pexels.com)

Menurut Andrew, saat ini tidak ada bukti bahwa infeksi JN.1 berbeda dari varian COVID-19 sebelumnya dalam hal keparahan atau gejala penyakit. Maka dari itu, gejala JN.1 tampaknya mirip dengan varian lain, yang meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Hidung mampet
  • Hidung meler
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam atau menggigil
  • Kehilangan indera perasa atau penciuman

Baca Juga: Apa Saja Tugas dan Pekerjaan Program Manager di Google? Apakah Prospek Karirnya Bagus?

Menurut CDC, jenis dan tingkat keparahan gejala biasanya lebih bergantung pada kesehatan dan kekebalan penderitanya, daripada varian yang menyebabkan infeksi.

"Virus ini beradaptasi, semakin baik dalam menginfeksi manusia dan menghindari kekebalan yang sudah ada sebelumnya dalam populasi. Namun, itu tidak mengubah gejala terlalu banyak," kata Andrew.

Para ahli juga mencatat bahwa sampai saat ini tidak ada bukti bahwa JN.1 menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi varian baru ini?

Baca Juga: Jangan Selalu Mau Jadi Si Paling Menang dalam Segala Hal ! Hidup Bukan Kompetisi, Lebih Baik Lakukan Ini Yuk..

Varian JN.1 ini memang dikhawatirkan akan menjadi pemicu lonjakan kasus di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, Maxi meminta masyarakat untuk segera melengkapi vaksin COVID-19.

"Untuk itu, masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin COVID-19. Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di Puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan, jangan ditunda-tunda," tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan masker saat sakit atau pada tempat umum yang beresiko penularan COVID-19, terutama untuk para lansia dan penyandang komorbid.

Ia menambahkan, "Segera periksakan diri jika sakit dan memiliki gejala COVID-19, seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas. Dan kalau tes COVID-19 positif, maka lakukan isolasi." (Elga Windasari)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X