COVID-19 varian JN.1 Sudah Masuk ke Indonesia, Apakah Berbahaya dan Apa Saja Gejalanya?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 19 Desember 2023 | 15:57 WIB
Waduh, Satu Warga Cianjur Positif COVID-19 (Pexels.com)
Waduh, Satu Warga Cianjur Positif COVID-19 (Pexels.com)

PejuangKantoran.com - Penyebaran virus COVID-19 belum selesai. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bahwa varian JN.1 sudah masuk dan menyebar di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, ada empat kasus Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia, itu, masing-masing teridentifikasi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Batam.

Untuk kasus Covid-19 di Jakarta Selatan dan Timur, ditemukan pada 17 November 2023 lalu. Sementara kasus di Jakarta Utara pada 23 November 2023 dan di Batam diidentifikasi pada 13 Desember 2023.

Baca Juga: All I Want For Christmas Is You Kembali Nomor 1 di Tangga Lagu, Berapa Royalti yang Diterima Mariah Carey?

Saat ini, semua pasien telah ditangani oleh dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Lalu, apakah COVID-19 varian JN.1 ini berbahaya dan akan memicu lonjakan kasus seperti saat pandemi? Ini penjelasannya.

Varian JN.1 masih keluarga omicron

Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti varian baru lainnya, JN.1 merupakan bagian dari keluarga omicron.

"Pikirkan (varian) sebagai anak dan cucu omicron. Mereka adalah bagian dari keluarga besar yang sama, tetapi masing-masing memiliki kepribadian khas sendiri," jelas Dr. William Schaffner, profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center.

Baca Juga: Nicolas Puech, Konglomerat Pewaris Hermes Bakal Berikan Warisan Jutaan Dolar ke Tukang Kebunnya

JN.1 diturunkan dari BA.2.86, yang merupakan sublineage dari varian omicron BA.2. Itulah yang membedakan JN.1 dan BA.2.86 dari varian lain yang berlaku, seperti HV.1 dan EG.5, yang diturunkan dari Omicron XBB.

Varian baru ini mengambil mutasi tambahan pada protein lonjakannya sehingga membantu virus menempel pada sel manusia dan memainkan peran penting dalam membantu SARS-CoV-2 menginfeksi orang.

"Sekarang (varian ini) beredar dan tumbuh pada tingkat yang sangat cepat dibandingkan dengan varian lain, serta induknya berasal dari (BA.2.86)," kata Andrew Pekosz, PhD, profesor dan wakil ketua di Departemen Mikrobiologi Molekuler dan Imunologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Ini gejala-gejalanya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X