Desember Harusnya Sudah Masuk Musim Hujan, Kenapa Cuaca Panas Lagi?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 21 Desember 2023 | 10:06 WIB
ilustrasi cuaca panas dan angin saat musim hujan. (pixabay.com / @Pheelings Media)
ilustrasi cuaca panas dan angin saat musim hujan. (pixabay.com / @Pheelings Media)

Selain itu, BMKG mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Penyebabnya adalah pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan sehingga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan," jelas BMKG.

Baca Juga: Gelar Master Paling Populer dalam Dunia Kerja, dan Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi untuk Pemilik Gelar Tersebut

Dipengaruhi fenomena El Nino

Deputi BMKG Guswanto tidak menampik bahwa fenomena El Nino juga memengaruhi perubahan cuaca dan hujan di Indonesia.

Hal ini membuat wilayah Jawa bagian selatan dalam beberapa hari terakhir tidak tertutup awan sehingga membuat sinar matahari intens langsung ke permukaan Bumi. Hal itu diperlihatkan langsung di citra satelit

Hasil analisis dari kondisi iklim global menunjukkan kondisi El Nino Moderat dengan nilai NINO 3.4 sebesar +1.70 dan nilai SOI sebesar -6.0. Nilai DMI sebesar +1.21 juga menunjukkan Dipole Mode Positif.

Baca Juga: Mengenal Sales Associate: Tugas dan Tanggung Jawab, Keterampilan yang Dibutuhkan, dan Besaran Gajinya

Kondisi El Nino Moderate dan Dipole Mode Positif tersebut menunjukkan adanya potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia. Hal ini tentu saja memengaruhi curah hujan di Indonesia yang akan mengalami penurunan.

"Fenomena El Nino Moderat diprediksi berlangsung hingga Februari – Maret 2024 sehingga kondisi ini akan mempengaruhi cuaca hujan dan suhu di Indonesia," ujarnya.

Tetap waspada dengan cuaca buruk saat Nataru

Meski sepertinya cuaca panas masih akan terus berlangsung, tetapi BMKG memprediksi pola tekanan rendah di Laut China Selatan hanya akan berlangsung dalam 3 – 4 hari ke depan.

Setelah itu, pola tekanan rendah diprediksi cenderung melemah sehingga terjadi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara mulai 23 Desember 2023.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berwaspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di penghujung 2023 ini. (Elga Windasari)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X