PejuangKantoran.com - Mandi memang untuk membersihkan tubuh. Tapi ingat, mandi tak berarti tubuh akan bersih.
Nyatanya menurut peneliti di Universitas George Washington (GW) ada tiga bagian tubuh yang sering diabaikan saat mandi dengan aman dan efektif, menurut dokter kulit dan dokter pengobatan keluarga.
Keith Crandall, PhD , profesor biostatistik dan bioinformatika di GW, masih kecil, neneknya mengarahkan anak-anak di keluarganya untuk “menggosok bagian belakang telinga, sela-sela jari kaki, dan pusar,” jelasnya dalam sebuah berita universitas. Petunjuk ini adalah dasar dari apa yang Crandall dan tim peneliti lainnya di GW Computational Biology Institute sebut sebagai “Hipotesis Nenek.”
Baca Juga: Tren TikTok Spaving Bukan Trik Menghemat Uang yang Bisa Dipraktikkan secara Efektif?
Bahwa orang tidak mencuci ketiga bagian tubuh ini sesering kulit, katakanlah, lengan dan kaki mereka. Akibatnya, area tersebut mungkin menjadi sarang berbagai jenis bakteri—termasuk beberapa bakteri yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seseorang.
Setelah menganalisis kumpulan sampel usapan kulit yang dikumpulkan dari 129 mahasiswa pascasarjana dan sarjana, para peneliti menemukan bahwa mikroba dari area yang biasanya dicuci secara teratur—dalam hal ini, lengan bawah dan betis—lebih beragam, dan akibatnya, berpotensi menjadi bagian dari mikrobioma yang lebih sehat dibandingkan sampel dari belakang telinga, sela-sela jari kaki, dan di dalam pusar.
Dalam penelitian yang diterbitkan pada bulan September di jurnal Frontiers in Microbiology , Crandall dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa ketika area tubuh yang lembab dan berminyak seperti ini tidak cukup sering dicuci, hal ini memberikan kesempatan bagi mikroba tertentu yang tidak diinginkan untuk mengubah seluruh mikrobioma.
Hal ini berpotensi menyebabkan kondisi kulit seperti eksim atau jerawat. Para penulis juga mencatat bahwa mengingat ukuran sampel yang relatif kecil, dan terbatasnya bagian tubuh yang diambil untuk penelitian ini, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendapatkan gambaran yang lebih pasti tentang bagaimana mencuci—atau tidak mencuci—di berbagai area dapat berdampak pada kesehatan kita.
Baca Juga: Pencinta Game yang Mau Kerja di Jepang, Ada Lowongan Kerja di Perusahaan Nintendo Switch
Menurut Laura Purdy, MD , seorang dokter pengobatan keluarga yang berbasis di Miami yang tidak berafiliasi dengan studi GW, penelitian ini memperkuat perlunya membersihkan seluruh kulit tubuh kita saat mandi —termasuk bagian yang “sulit dijangkau” dan “ tempat-tempat yang mudah dilupakan” seperti di belakang telinga, di antara jari-jari kaki, dan di dalam pusar.
“Mencuci tubuh tidak hanya menghilangkan kotoran, bau, dan alergen yang menumpuk di kulit Anda sepanjang hari, tetapi juga menghilangkan sel-sel kulit mati, keringat, dan minyak alami yang ditemukan di kulit Anda,” jelasnya.
“Kulit Anda juga dapat menampung beberapa bakteri, virus, atau jamur, jadi mencuci area tersebut penting untuk membersihkan kulit Anda.”
Artikel Terkait
Cara Mengatur Pola Tidur Saat Bekerja Shift Malam, agar Kamu Tidak Perlu Utang Tidur
Studi: Jangan Mager, Kelamaan Duduk Diam Tak Bergerak Buat Risiko Kematian Dini Lebih Tinggi
87% Perempuan Merasa Menstruasi Mengganggu Pekerjaan, tetapi Tidak Berani Bicara pada Atasan
Cara Memperlakukan Diri Sendiri Ternyata Menandakan Bagaimana Kamu Menghargai Waktu
Masalah Utama Pejuang Kantoran 9 To 5: Mata Kering Gara-gara Seharian Lihat Komputer dan HP
Jangan Dikucek, Ini Cara Paling Tepat Atasi Mata Kering!
Kapan Kita Tahu bahwa Kita Terlalu Banyak Makan Keju? Ini Jawaban buat yang Takut Kolesterol Naik
Ubah Urutan Makan Bisa Bikin Kamu Jadi Lebih Sehat, Ini Caranya
Awas Polusi Udara, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kulit termasuk Penuaan Dini
12 Cara Melatih Otak Agar Jadi Orang yang Lebih Bahagia