Kakao yang mengandung 30–1.218 mg flavanol dapat menurunkan tekanan darah rata-rata 2 mmHg.
- Menurunkan risiko serangan jantung dan stroke
Kakao dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan kolesterol. Mengonsumsi satu porsi dark chocolate per hari dapat menurunkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.
- Meningkatkan aliran darah ke otak dan fungsi otak
Flavonol dalam kakao dapat mendukung produksi neuron, fungsi otak, dan meningkatkan aliran darah serta suplai ke jaringan otak. Flavonol dimungkinkan berperan dalam mencegah degenerasi otak karena usia, misal penyakit Alzheimer. Namun untuk hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
- Meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi.
Kakao dapat memberikan beberapa efek positif pada suasana hati dan mengurangi gejala depresi. Cara bekerja kako adalah dengan mengurangi tingkat stres dan meningkatkan ketenangan, kepuasan, dan kesehatan psikologis secara keseluruhan.
Baca Juga: Bahan Makanan Berikut Ini Tak Diduga Adalah Sumber Vitamin C Yang Lebih Besar Daripada Jeruk
- Mengurangi gejala diabetes tipe 2
Kakao dan dark chocolate mampu mengurangi risiko diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap sehat. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut karena ada beberapa hasil yang saling bertentangan dalam bukti ilmiah.
- Membantu mengendalikan berat tubuh
Aneka porduk berbahan kakao kerap dikaitkan dengan kemampuan mengontrol berat badan. Menambahankan kakao ke dalam makanan dapat membantu menurunkan berat badan yang lebih cepat.
Jenis dan jumlah kakao seberapa besar agar efektif bermanfaat seperti di atas, masih perlu penelitian lebih lanjut.
- Mampu mencegah kanker
Kakao mengandung zat flavonol dalam jumalh yang tinggi. Dalam sebuah uji laboratorium terhadap bindatang, kakao mempunya efek antioksidan dan melindungi sel dari kerusakan.
Sementara dalam sebuah peneilitian pada manusia dengan mengonsumsi makanan kaya flavanol, terbukti berperan dalam mencegah kanker.
Baca Juga: 6 Makanan Teraneh di Dunia, Ada yang Mau Coba?
- Kandungan teobromin dan teofilin dapat membantu penderita asma
Asma adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan penyumbatan dan peradangan pada saluran pernapasan dan dapat mengancam jiwa. Kakao mengandung senyawa anti-asma, seperti teobromin dan teofilin, sehingga dianggap bermanfaat bagi penderita asma.
- Mudah diikutsertakan dalam program diet kamu
Kakao bisa digunakan dalam aneka makanan dalam program diet kamu. Meskipun jumlahnya belum pasti berapa, namun The European Food Safety Authority merekomendasikan jumlahnya.
Lembaga ini merekomendasikan 2,5 gram bubuk kakao berflavanol tinggi atau 10 gram dark chocolate berflavanol tinggi yang mengandung setidaknya 200 mg flavanol per hari untuk bisa efektif bermanfaat untuk kesehatan jantung.
***
Artikel Terkait
Teh Matcha, Menu Kekinian di Kedai Kopi, Ternyata Bisa Membantu Melawan Depresi
5 Minuman yang Dipercaya Bikin Umur Panjang, Teh dan Kopi Termasuk di Dalamnya
5 Makanan Penambah Trombosit, Dari Pepaya Sampai Cokelat Hitam
Bukannya Kenyang, Ini 10 Makanan yang Ternyata Bikin Kamu Makin Lapar
Penelitian Baru: Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh dalam Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes
Jenis Kopi Yang Kamu Minum Bisa Mencerminkan Karakter dan Kepribadian Kamu