Pola Makan Washoku ala Jepang Ternyata Membantu Menurunkan Depresi di Kalangan Pekerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 14 Juli 2025 | 20:43 WIB
Pola makan tradisional Jepang yang disebut washoku disebut-sebut dapat membantu menurunkan gejala depresi. (Freepik)
Pola makan tradisional Jepang yang disebut washoku disebut-sebut dapat membantu menurunkan gejala depresi. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Stres di tempat kerja memang tidak bisa dihindari. Namun, stres juga tidak boleh dibiarkan berlangsung lama. Apalagi kalau kamu sudah mencoba segala cara biar lebih rileks.

Kabar  baiknya, pola makan tertentu ternyata bisa berpengaruh besar ke kesehatan mental kita. Hal ini bukan sekadar omong kosong.

Baru-baru ini, sebuah studi dari Japan Institute for Health Security menunjukkan bahwa orang-orang yang rajin mengonsumsi washoku, makanan khas Jepang, cenderung punya gejala depresi yang lebih rendah dibanding yang makannya sembarangan.

Baca Juga: 5 Jebakan Metode Cash Stuffing yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Godaan untuk Pinjam Uang

Studi ini jadi yang pertama mengkaji kaitan antara pola makan tradisional Jepang dengan tingkat depresi di kalangan pekerja. 

Studi Skala Besar di Tempat Kerja

Penelitian ini dilakukan terhadap 12.499 karyawan dari lima perusahaan di Jepang. Mayoritas pesertanya adalah laki-laki, dengan usia rata-rata 42,5 tahun.

Dari total peserta, sekitar 30% menunjukkan gejala depresi. Tetapi yang menarik, mereka yang makan dengan pola makan tradisional ternyata lebih jarang menunjukkan gejala tersebut.

Para peneliti mengkaji kebiasaan makan peserta lewat survei. Mereka diminta melaporkan seberapa sering dalam seminggu mereka makan 21 jenis makanan dan 7 jenis minuman.

Lalu, mereka diberi skor 0–9 berdasarkan seberapa mirip pola makan mereka dengan pola makan tradisional Jepang.

Washoku biasanya terdiri atas:
Nasi putih
Sup miso
Produk dari kedelai (seperti tahu dan natto)
Sayuran matang
Ikan
Rumput laut
Jamur
Teh hijau

Baca Juga: Pusat Kecerdasan Buatan (AI) Pertama di Jakarta Resmi Dibuka, Jadi Langkah Awal “Indonesia Digital 2045”

Selain itu, para peneliti juga mempertimbangkan versi modifikasi dari diet ini. Versi modifikasinya mengganti nasi putih dengan biji-bijian utuh (whole grain), menambahkan buah segar, sayuran mentah, dan produk susu.

Mereka juga memberi poin tambahan kalau makanannya rendah garam. Ini karena versi asli washoku dinilai agak tinggi natrium dan rendah kalsium serta serat dari buah-buahan.

Bukan Cuma Soal Berat Badan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Independent, Japan Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X