Kebutuhan Virtual Assistant Makin Besar, Apakah VA Manusia Akan Berhadapan Dengan VA Artificial Intelligence?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 14 Juli 2025 | 10:08 WIB
Vritual assistant manusia sudah semestiny tak perlu merasa tersaingi oleh virtual assistant AI., tetai jutsru memanfaatkannya (Google Gemini)
Vritual assistant manusia sudah semestiny tak perlu merasa tersaingi oleh virtual assistant AI., tetai jutsru memanfaatkannya (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com – Profesi sebagai virtual assistant (VA) semakin hari semakin dicari.

Bagi industri, VA ini sangat ekonomis karena tidak perlu menyediakan aneka tunjangan sebagai kompensasi kerja bagi pekerja. Di sisi lain, bagi pekerja, VA memberikan fleksibiltas waktu yang bisa membuat nyaman pekerja.

Pertumbuhan kebutuhan VA tidak main-main. Menurut startus-insight.com, prospek pasar VA tahun 2025, berdasarkan tinjauan pertumbuhan industri, akan tumbuh dari USD 8,17 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 19,66 miliar pada tahun 2029 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 24,6%.

Sementara dari pertumbuhan tenaga kerja  dan ketenagakerjaan, bidang VA ini mempekerjakan 1,7 juta orang di seluruh dunia. Lebih dari i 177.000 karyawan baru ditambahkan tahun lalu.

Namun, sebenarnya kebutuhan VA itu sendiri masih sangat terbuka lebar, karena secara umum ada VA yang dikerjakan oleh manusia dan ada VA yang dikerjakan oleh mesin (robot-artificial intelligence). Yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan keduanya dan apa bidang yang cocok terhadap masing-masing VA ini?

Berikut ini perbedaan antara keduanya dalam beberapa aspek, berdasarkan rangkuman dri beberapa sumber:

Definsi

  • VA AI (artificial intelligence): Asisten digital berbasis perangkat lunak, biasanya otomatis (ChatGPT, Siri, Google Assistant, dsb.).
  • VA Manusia: Tenaga kerja manusia jarak jauh yang membantu tugas administratif, kreatif, atau operasional

Kecepatan kerja

  • VA AI (artificial intelligence): Sangat cepat dan instan.
  • VA Manusia: Tergantung beban kerja.

Biaya

  • VA AI (artificial intelligence): Sangat murah (beberapa gratis).
  • VA Manusia: Variatif, mulai dari Rp20rb/jam – Rp200rb/jam (atau $5–25/jam global).

Baca Juga: 10 Jenis Pekerjaan Virtual Assistant yang Paling Dibutuhkan Ke Depan yang Harus Kamu Tahu!

Konteks dan empati

  • VA AI (artificial intelligence): Terbatas (tidak bisa membaca emosi manusia, ironi, budaya).
  • VA Manusia: Unggul dalam memahami nuansa, sopan santun, dan bahasa manusia.

Kemampuan improvisasi

  • VA AI (artificial intelligence): Terbatas, hanya berdasarkan data pelatihan yang bisa dia akses.
  • VA Manusia: Bisa menyesuaikan diri dengan situasi baru, mendesain solusi sendiri.

Bahasa & komunikasi

  • VA AI (artificial intelligence): Fasih banyak bahasa (tergantung dari data pelatihan Bahasa yanh bisa dia akses).
  • VA Manusia: Lebih alami dan memahami budaya bahasa lokal.

Kecerdasan emosional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, startus-insights.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X