Sober Lifestyle, Gaya Hidup Sehat yang Disukai Gen Z. Apa dan Bagaimana Cara Menjalaninya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:15 WIB
Generasi milenial dan Gen Z adalah yang paling banyak menjalani sober lifestyle saat ini. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Generasi milenial dan Gen Z adalah yang paling banyak menjalani sober lifestyle saat ini. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Dari situ, muncul istilah sober living atau sober house, tempat tinggal bagi mereka yang baru pulih dari kecanduan dan ingin menjalani hidup sehat tanpa zat adiktif.

Pergeseran ke tren sosial-budaya (2000–an ke atas)

Mulai tahun 2010-an, terutama di Amerika, Inggris, dan Eropa, muncul generasi muda yang tidak punya riwayat kecanduan, tapi secara sadar memilih untuk tidak minum alkohol karena alasan kesehatan, kesadaran diri, atau etika.

Mereka mulai menyebut pilihan itu sebagai “sober lifestyle” atau “sober curious movement”. Istilah dipopulerkan oleh penulis Ruby Warrington lewat bukunya “Sober Curious” (2018).

Gaya hidup baru yang menggantikan “clubbing culture”

Sebagai respons terhadap budaya pesta dengan alkohol, muncullah tren baru, seperti “Sober party” atau “coffee rave”. Ini adalah pesta tanpa alkohol, biasanya pagi hari, diiringi musik, yoga, atau kopi.

Komunitas seperti Daybreaker (berbasis di New York) menjadi pelopor pesta pagi tanpa minuman keras. Pest aini menekankan energi positif dan koneksi sosial yang jernih.

Baca Juga: Program Olah Raga Selama Sepekan Untuk Kurangi dan Cegah Kecemasan Bagi Pekerja Kantoran

Kini menjadi bagian dari tren kesehatan global

Sober lifestyle saat ini sangat erat kaitannya dengan gerakan mindfulness dan mental health, wellness culture (tidur cukup, makan sadar, olahraga), dan digital detox serta slow living

Dan, tren sober lifestyle semakin kuat setelah pandemi COVID-19, karena  karena pandemi membuat banyak orang beralih dari gaya hidup minum minuman beralkohol ke gaya hidup sadar dan sehat.

Pandemi membuat orang lebih sadar akan kesehatan, hidup lebih introspektif, keinginan untuk hidup sehat jasamani Rohani membudaya, berubahnya gaya hidup party yang sebelumnya dilakukan malam hari dan didampingi dengan minuman berlakohol menjadi party yang tanpa minuman beralkohol.

Jadi, pandemi seolah mempercepat perubahan cara berpikir dari “minum untuk melepas stres” menjadi “hidup sadar untuk menjaga diri”. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, timenews.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X