Insecure Wajar Dalam Kondisi Apa?
Perasaan ini adalah bagian alami dari pengalaman manusia dan muncul sebagai respons terhadap kondisi sosial, evaluasi, atau perubahan hidup.
Perasaan insecure ini masih wajar ketika memenuhi kondisi sebagai berikut:
1. Muncul pada situasi tertentu yang memang menantang
Contohnya, Saat haru melakukan presentasi besar di kantor atau di hadapan klien, bertemu orang baru, memulai proyek baru, atau mengalami perubahan besar (mutasi kerja, pindah rumah, pindah unit, dsb).
2. Intensitasnya ringan, tidak mengganggu fungsi harian
Meskipun merasakan insecure, namun kamu tetap masih bisa bekerja seperti biasa, fokus, tidur cukup, atau tidak menghindari aktivitas. Sesekali ragu pada diri sendiri itu wajar.
Baca Juga: 7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Agar Tidak Terjebak dalam Lingkaran Overthinking
3. Durasi singkat
Perasaan ini hanya muncul sebentar, lalu hilang setelah situasi terlewati. Contoh, gugup sebelum presentasi, namun usai presentasi perasaanmu kembali stabil.
4. Tidak memengaruhi cara pandang terhadap diri secara ekstrem
Insecure yang normal tidak mengubah identitas diri secara negatif. Misal, dalam pikiranmu terbersit “Aku takut salah,” bukan “Aku memang tidak mampu melakukannya.”
5. Tidak terjadi setiap hari
Jika hanya muncul pada momen tertentu dan tidak menjadi pola, itu termasuk wajar.
Artikel Terkait
Jangan Selalu Overthinking, Ini Cara Mengatasi Rasa Takut Dikritik
Kelompok Usia 20-30 Tahun Paling Khawatir Tak Dapat Pekerjaan
Mengapa Karyawan Harus Berhenti Mengkhawatirkan AI dan Fokus pada Reskilling untuk Memanfaatkannya
Jangan Normalisasi dan Sepelekan Overthinking. Kenali Gejala-Gejalanya Demi Kesehatanmu!
Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik
Terkadang Feedback Hanya Berisi Ungkapan Perasaan Pribadi dari Atasan. Bisakah Menolaknya?