Waspada! Sering Minum Kopi Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik, Kata Ahli

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Januari 2026 | 19:15 WIB
Tetap boleh minum kopi setelah berbuka puasa, namun pilih waktu dan jumlah yang tepat. (Freepik)
Tetap boleh minum kopi setelah berbuka puasa, namun pilih waktu dan jumlah yang tepat. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang, terutama bagi pekerja yang bergantung pada secangkir kafein untuk memulai hari atau menahan ngantuk di tengah kerja.

Namun, tak semua jenis kopi memberi dampak yang sama bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang khawatir dengan kadar kolesterol.

Ahli gizi dan kesehatan memperingatkan bahwa terlalu sering minum jenis kopi tertentu bisa berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.

Kopi yang Perlu Diwaspadai

Menurut pakar kesehatan, kopi dengan kandungan minyak kopi yang tinggi, seperti kopi seduh dari bean utuh tanpa disaring, dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat. Minyak kopi, terutama yang dikenal sebagai cafestol dan kahweol, larut dalam lemak dan bisa mempengaruhi metabolisme kolesterol tubuh.

Baca Juga: Ryan Coogler Ungkap Cerita Asli Black Panther 2 Sebelum Chadwick Boseman Wafat

Secara khusus, metode seduh seperti French press, kopi tubruk, atau kopi khas Turki yang tidak menggunakan kertas saringan cenderung mempertahankan lebih banyak minyak kopi ini dalam cangkir. Tanpa saringan kertas, lebih banyak cafestol dan kahweol masuk ke dalam minuman yang kamu konsumsi.

Metode penyajian kopi berperan besar dalam seberapa banyak minyak kopi yang ikut tertuang:

  • Kopi disaring pakai kertas (seperti kopi drip/ pour-over), cenderung mengurangi zat yang memengaruhi kolesterol karena saringan kertas menyerap sebagian minyak kopi.

  • Kopi tanpa saringan (French press, tubruk, espresso tanpa saringan kertas) mempertahankan lebih banyak minyak kopi yang bisa menaikkan kadar LDL.

Dengan kata lain, cara kamu menyeduh kopi sehari-hari bisa menentukan dampaknya terhadap kadar kolesterol, bukan cuma jumlah cangkir yang diminum.

Ahli kesehatan menegaskan bahwa secangkir kopi yang diseduh menggunakan kertas saringan biasanya tidak menimbulkan efek signifikan pada kolesterol, bahkan beberapa studi menunjukkan manfaat kafein terhadap metabolisme dan fokus mental. Namun, jika seseorang rutin meminum kopi yang tidak disaring berkali-kali dalam sehari, efek pada kolesterol bisa menjadi lebih nyata — terutama bagi mereka yang sudah memiliki tingkat kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung.

Siapa yang Paling Perlu Waspada?

Kopi non-saringan mungkin menjadi perhatian lebih bagi:

  • Orang dengan kolesterol tinggi atau riwayat keluarga kolesterol tinggi.

  • Individu dengan risiko penyakit jantung atau stroke.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X