- Mengecek jam berulang;
- Scroll ponsel saat terbangun;
- Overthinking setelah terbangun;
- Menyalakan lampu terang.
Dampak: tidur terfragmentasi, durasi total turun.
5. Pencuri waktu terselubung
Tidak terasa sebagai “aktivitas”:
- Ngopi terlalu sore;
- Minum alkohol, terutama di malam hari;
- Makan berat larut malam;
- Tidur siang terlalu lama;
- Paparan cahaya malam.
Dampak: mengurangi sleep pressure dan memperpendek tidur malam.
Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Ideal, Biar Malam Nggak Susah Tidur?
6. Pencuri waktu tidur vs insomnia
Penting untuk dipahani bahwa pencuri waktu tidur beda dari insomina.
- Pencuri waktu tidur: bisa tidur, tapi waktunya diambil.
- Insomnia: sudah tersedia waktu, tapi tidak bisa tidur.
Banyak orang mengira dirinya insomnia, padahal yang terjadi adalah sleep deprivation akibat pencuri waktu tidur.
Kita tidak boleh meremehkan oencuri waktu tidur, karena:
- Efeknya kumulatif (utang tidur);
- Sering dinormalisasi (“sudah biasa”);
- Merusak kuantitas dan kualitas tidur;
- Tanpa disadari menurunkan fungsi kognitif.
Ada sejumlah cara praktis dan sebenarnya mudah yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya, yaitu:
- Tetapkan jam tutup hari (hard stop);
- Ponsel keluar dari kamar tidur;
- Rutinitas pra-tidur konsisten;
- Sadari pemicu utama (biasanya 1–2 saja).
***
Artikel Terkait
Susah Tidur Lagi Setelah Terbangun di Malam Hari? Gini Cara Supaya Gampang Tidur Lagi!
Berapa Gelas Kamu Minum Kopi Sehari, dan Berapa Banyak Kafein yang Kebanyakan?
Bermain Ponsel Menjelang Tidur Risiko Kena Insomnia Bisa Naik Hingga 59 Persen!
Jangan Makan 5 Hidangan Ini Saat Makan Malam, Agar Tidur Lebih Nyenyak dan Badan Lebih Sehat
Ini Alasan Tidur Sebelum Tengah Malam Bisa Bikin Hidup Kamu Lebih Sehat dan Produktif
Konsumsi 9 Makanan dan Minuman Terlarang Ini Bikin Kamu Susah Tidur Malam