Waspadai "Pencuri" yang Satu Ini Karena Sering Kamu Lakukan Tapi Tidak Kamu Sadari!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Januari 2026 | 12:14 WIB
Wasapda dengan  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Wasapda dengan (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  • Mengecek jam berulang;
  • Scroll ponsel saat terbangun;
  • Overthinking setelah terbangun;
  • Menyalakan lampu terang.

Dampak: tidur terfragmentasi, durasi total turun.

5. Pencuri waktu terselubung

Tidak terasa sebagai “aktivitas”:

  • Ngopi terlalu sore;
  • Minum alkohol, terutama di malam hari;
  • Makan berat larut malam;
  • Tidur siang terlalu lama;
  • Paparan cahaya malam.

Dampak: mengurangi sleep pressure dan memperpendek tidur malam.

Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Ideal, Biar Malam Nggak Susah Tidur?

6. Pencuri waktu tidur vs insomnia

Penting untuk dipahani bahwa pencuri waktu tidur beda dari insomina.

  • Pencuri waktu tidur: bisa tidur, tapi waktunya diambil.
  • Insomnia: sudah tersedia waktu, tapi tidak bisa tidur.

Banyak orang mengira dirinya insomnia, padahal yang terjadi adalah sleep deprivation akibat pencuri waktu tidur.

Kita tidak boleh meremehkan oencuri waktu tidur, karena:

  • Efeknya kumulatif (utang tidur);
  • Sering dinormalisasi (“sudah biasa”);
  • Merusak kuantitas dan kualitas tidur;
  • Tanpa disadari menurunkan fungsi kognitif.

Ada sejumlah cara praktis dan sebenarnya mudah yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Tetapkan jam tutup hari (hard stop);
  • Ponsel keluar dari kamar tidur;
  • Rutinitas pra-tidur konsisten;
  • Sadari pemicu utama (biasanya 1–2 saja).

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X