a. Astronom Teoretis / Astrofisikawan
- Menghitung konjungsi (ijtima’), elongasi, tinggi bulan (altitude), azimut, iluminasi.
- Menggunakan model astronomi dan software ephemeris.
b. Ahli Falak Komputasional
- Spesialis perhitungan kalender Islam.
- Mengembangkan algoritma dan perangkat lunak hisab.
- Di Indonesia, pendekatan hisab murni banyak dipakai oleh Muhammadiyah (menggunakan kriteria wujudul hilal).
Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
c. Akademisi / Dosen Astronomi atau Ilmu Falak
- Mengajar, meneliti, dan menyusun standar kriteria visibilitas hilal.
- Banyak berasal dari perguruan tinggi keagamaan atau sains.
Selain keahlian teknis dan ilmiah, penentuan hilal tetap memerlukan pihak-pihak otoritatif yang biasanya bersifat administratif dan relejius. Pihak yang berwenang dalam hal ini adalah Menteri Agama dan Majelis Ulama? Dewan Fatwa.
Di Indonesia, Kementarian Agama RI akan menetapkan melalui sidang itsbat, sementara Majelis Ulama / Dewan fatwa akan memberikan pertimbangan syariah. ***
Artikel Terkait
Ini Profesi dengan Gaji Paling Tinggi dan Rendah di Jepang, Apa yang Banyak Dipilih oleh Tenaga Kerja Asing?
7 Keterampilan dan Latar Belakang Profesi yang Dibutuhkan untuk Bisa Menjadi AI Trainer
Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu
Waktu Puasa Terpanjang dan Tersingkat di Dunia dan Penyebabnya
Sumber Karbohidrat yang Sehat Untuk Sahur dan Berbuka Puasa yang Bisa Membantu Menjaga Berat Badan
8 Manfaat Kurma yang Membuatnya Tak Hanya Cocok Untuk Sahur dan Berbuka Puasa Saja