Pejuangkantoran.com – Saat ini, jika kita mengamati, mengenakan sepatu lari ke kantor sudah menjadi jamak, baik itu kantor yang lebih informal maupun kantor yang menuntut berpenampilan semiformal.
Ini tak lepas dari gaya hidup athleisure yang makin kuat pasca pandemi. Ini adalah gaya berpakaian yang menggabungkan olah raga (athletic) dan santai (leisure).
Pakaian-pakaian dalam gaya hidup athleisure ini awalnya dirancang untuk aktivitas olah raga, namun akhirnya dipakai juga untuk aktivitas harian non-olah raga.
Pertimbangan mengenakan sepatu lari (sport) untuk bekerja di kantor adalah karena adanya perubahan gaya hidup modern. Pasca pandemi work from home atau work from anywhere mendorong hal ini.
Saat bekerja di rumah (atau di mana saja, seperti di kafe), butuh keluwesan dan kenyamanan dalam bergerak. Mengenakan sepatu formal (umumnya dari kulit) cenderung tidak luwes.
Di sisi lain, gaya hidup sehat juga makin mengemuka saat ini. Kesadaran untuk sehat terus bertumbuh.
Pekerja kantoran, seperti kamu, yang umumnya terikat dengan jam kerja (jam 9 pagi – 5 sore), terkadang merasa tidak punya waktu khusus untuk berolah raga.
Baca Juga: BIsakah Sepatu Lari untuk Jalan Kaki dan Sebaliknya? Cek Dulu Fakta-Fakta Berikut Ini!
Oleh karena itu, salah satunya memanfaatkan waktu yang ada untuk terus berolah raga. Tak sedikit yang meluangkan waktu sore hari (selepas jam kantor) untuk berolah raga, seperti lari atau sekadar jalan kaki cepat.
Alih-alih membawa dua sepatu, demi kepraktisan tak jarang pekerja kantoran hanya mengenakan satu sepatu, sepatu lari saja.
Yang menjadi pertanyaan, apakah memang bisa sepatu lari digunakan untuk kerja kantoran?
Sebelum menjawab hal tersebut, kamu harus paham dulu dari perspektif biomekanik, durabilitas material, dan konteks sosial–formalitas.
- Perspektif Biomekanik
Sepatu lari umumnya dirancang untuk gerak maju linear (forward propulsion), aktivitas berulang dengan impact loading tinggi. Bobotnya ringan dengan midsole yang lebih tebal dengan bahan foam yang responsive (biasanya EVA, TPU, PEBA).
Karaktersitik sepatu lari biasanya outsole-nya relatif lunak, heel-to toe drop (perbedaan tinggi bagian tumit dengan bagian ujung kaki) sekitar 8-12 mm. Upper (bagian atas) sepatu umumnya berbahan mesh yang ventilasinya maksimal (breathable, bikin adem di dalam sepatu).
Artikel Terkait
Dilarang Mengenakan Sepatu Tenis Apalagi Sepatu Lari untuk Bermain Padel. Berikut Alasannya!
Banyak Perusahaan Mengikuti Tren ke Kantor Tanpa Sepatu, Benarkah Bikin Lebih Fokus dan Produktif?
7 Cara Merawat Sepatu Lari yang Basah Karena Hujan Agar Sepatumu Awet
4 Bahaya yang Mengancam Saat Kamu Mengenakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak
8 Langkah yang Membuat Durasi Jam Kerja Kantoran 8 Jam Menjadi Efektif dan ProduktiF
Latihan Lari di Treadmill vs Outdoor, Mana yang Lebih Unggul? Berikut Tinjauan dari Sejumlah Aspek!