Lakukan variasi latihan, misal dengan cross training. Cross-training adalah latihan alternatif yang melatih sistem kardiovaskular tanpa memberikan beban berlebihan pada otot atau sendi yang sama.
Lalu, lakukan periodisasi latihan. Ini adalah perencanaan sistematis program latihan dalam jangka waktu tertentu (mingguan hingga tahunan), dengan tujuan mengoptimalkan performa dan mencegah kelelahan kronis atau overtraining.
Dan jangan lupa untuk melakukan tes detak jantung istirahat secara berkala. Ini dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan, kebugaran, dan pemulihan tubuh, terutama bagi pelari atau siapa pun yang aktif berolahraga.
Laukan segera setelah bangun tidur, tanpa bangun dari tempat tdiur. Kamu bisa menggunakan smart watch, aplikasi ponsel, menggunakan pengukur detak jantung portable, atau secara manual.
Lakukan setiap pagi selama beberapa pekan untuk mendapatkan baseline. Detak jantung istirahat orang normal dewasa antara 60-80 BPM (beats per minute, detak per menit). Sedangkan atlet bisa di bawah 50 BPM.
So, waspada jika kamu mulai merasakan atau mengalami gejala overtraining syndrome. ***