Kamu Yang Rutin Latihan Tiba-Tiba Tak Punya Daya Dan Buruknya Performa? Waspada Overtraining Syndrome!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 22 Juni 2025 | 14:59 WIB
Ketika kamu yang rajin dan urtin latihan, tiba-tiba mengalami rasa lelah berlebihan dan performa yang menurun, maka waspada overtraining syndrome! (Google Gemini)
Ketika kamu yang rajin dan urtin latihan, tiba-tiba mengalami rasa lelah berlebihan dan performa yang menurun, maka waspada overtraining syndrome! (Google Gemini)

Lakukan variasi latihan, misal dengan cross training. Cross-training adalah latihan alternatif yang melatih sistem kardiovaskular tanpa memberikan beban berlebihan pada otot atau sendi yang sama.

Lalu, lakukan periodisasi latihan. Ini adalah perencanaan sistematis program latihan dalam jangka waktu tertentu (mingguan hingga tahunan), dengan tujuan mengoptimalkan performa dan mencegah kelelahan kronis atau overtraining.

Dan jangan lupa untuk melakukan tes detak jantung istirahat secara berkala. Ini dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan, kebugaran, dan pemulihan tubuh, terutama bagi pelari atau siapa pun yang aktif berolahraga.

Baca Juga: Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio

Laukan segera setelah bangun tidur, tanpa bangun dari tempat tdiur. Kamu bisa menggunakan smart watch, aplikasi ponsel, menggunakan pengukur detak jantung portable, atau secara manual.

Lakukan setiap pagi selama beberapa pekan untuk mendapatkan baseline. Detak jantung istirahat orang normal dewasa antara 60-80 BPM (beats per minute, detak per menit). Sedangkan atlet bisa di bawah 50 BPM.

So, waspada jika kamu mulai merasakan atau mengalami gejala overtraining syndrome. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X