PejuangKantoran.com - Microwave sering menjadi solusi cepat ketika kita ingin menghangatkan makanan, tetapi tidak semua makanan cocok diproses dengan alat ini.
Tekstur yang berubah, rasa yang hilang, hingga risiko keamanan bisa muncul kalau makanan tertentu dipaksa dipanaskan ulang di microwave.
Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari, bukan karena tak bisa dipanaskan, melainkan karena hasil akhirnya sering mengecewakan atau bahkan berbahaya.
Meski begitu, bukan berarti makanan-makanan tersebut tidak bisa diselamatkan. Cara pemanasan alternatif seperti oven, air fryer, atau pemanasan perlahan di kompor dapat mengembalikan tekstur aslinya tanpa merusak rasa. Pizza dan gorengan kembali renyah di oven, pasta jadi lebih lembut di kompor, dan roti lebih enak dipanggang di toaster.
Baca Juga: Pemenang FFI 2025 yang Penuh Kejutan, Kategori Film dan Pemeran Utama Terbaik Berbagi Piala
Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan dengan Microwave
-
Pizza
Keraknya kehilangan kerenyahan dan berubah menjadi lembek. -
Makanan Gorengan
Dari ayam goreng sampai kentang goreng, semuanya cenderung jadi basah dan berminyak. -
Telur Matang (rebus atau orak-arik)
Uap yang terperangkap bisa membuat telur meledak saat dibuka atau digigit. -
Pasta—terutama dengan saus krim
Tekstur jadi keras, menggumpal, dan sausnya pecah. -
Roti
Panas microwave membuat pati pada roti berubah, sehingga bagian dalam jadi keras sementara luar tetap lembek. -
Makanan Pedas (terutama yang mengandung cabai)
Microwave dapat memanaskan capsaicin hingga menghasilkan uap pedas yang membuat mata perih saat pintunya dibuka. -
Makanan sisa yang sudah lebih dari 4 hari di kulkas
Risiko bakteri meningkat, dan panas microwave yang tidak merata bisa membuat bagian tengah tetap berbahaya untuk dikonsumsi.