Pemain Padel Harap Hati-Hati! Ini 7 Cedera yang Paling Umum Bisa Kamu Alami

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 November 2025 | 18:15 WIB
Jika kamu bermain padel, waspadai potensi cedera yang terjadi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Jika kamu bermain padel, waspadai potensi cedera yang terjadi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagi kamu pemain padel amatir, hati-hati cedera yang bisa kamu alami. Sebuah  studi yang dilakukan oleh Diego Munoz yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health pada 15 Desember 1022, seperti yang dikutip oleh europepmc.org, menyebutkan bahwa tendon injuries cedera paling umum yang terjadi pada pemain amatir padel.

Dalam jurnal yang bertajuk Incidence of Upper Body Injuries in Amateur Padel Players ini juga menyebutkan bahwa bahu dan siku merupakan area yang paling terpengaruh di anggota tubuh atas.

Secara umum, berdasarkan berbagai studi ilmiah, cedera pada pemain padel cukup sering terjadi dan cenderung berupa overuse (penggunaan berulang) serta cedera muskuloskeletal.

Muskuloskeletal adalah sistem gabungan antara otot (muscular) dan tulang serta struktur penunjangnya (skeletal) atau system tulang tubuh.

Baca Juga: 7 Gerakan Dynamic Stretch yang Sangat Bermanfaat Kamu Lakukan Sebelum Bermain Padel

Beberapa cedera paling umum yang ditemui:

1. Siku (Elbow)

  • Dalam sejumlah literatur, siku adalah lokasi cedera paling sering terjadi.
  • Studi ultrasonografi (sonografi) menunjukkan tendinopati (tendon yang bermasalah) di siku sebagai temuan khas cedera olahr raga ini.

2. Lutut dan Kaki Bawah (Lower Limb)

  • Cedera lutut juga umum, terutama karena banyak gerakan berputar dan perubahan arah cepat.
  • Studi cross-sectional di Jerman menemukan cedera paling banyak di betis, pergelangan kaki, dan kaki bagian bawah.
  • Dalam penelitian terhadap pemain padel rekreasional, sekitar 53,5% mengalami cedera di anggota tubuh bawah (lower limb).
  • Ada juga studi yang menyebutkan adanya tekanan berlebih di kaki bagian depan (forefoot) akibat gerakan lateral (gerakan ke depan-belakang, kanan-kiri) dan pivot (berputar dengan bertumpu pada kaki) yang bisa menyebabkan cedera pada jaringan ikat tebal (plantar fascia) yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Ini menyebabkan nyeri tajam pada tumit.

Baca Juga: 7 Macam Latihan Lengan dan Tangan Agar Kuat dan Terlatih Untuk Bermain Padel

3. Bahu

  • Karena banyak pukulan overhead atau pukulan di atas kepala (smash, lob, servis), sering menyebabkan cedera bahu.
  • Ini didukung dalam studi sonografi, di mana cedera pada otot-otot bahu dan struktur tendon juga ditemukan pada pemain padel.

4. Punggung Bawah (Lower Back)

  • Gerakan badan berputar, lenturan saat memukul, serta perubahan arah secara cepat bisa membebani punggung bawah.
  • Dalam beberapa pembasahan kesehatan, punggung bagian bawah sering muncul sebagai salah satu area cedera meskipun tak sebanyak cedera siku dan anggota tubuh lainnya.

5. Tendon dan Otot

  • Banyak cedera padel adalah cedera tendinous (tendon) dan muscular (otot).
  • Di sejumlah pemain, mengeluhkan cedera secara “bertahap” (gradual) lebih sering terjadi di tendon dibanding ligamen.

6. Ligamen / Keseleo

  • Ada juga cedera ligamen, misalnya keseleo pergelangan kaki, terutama pada perubahan arah tiba-tiba.
  • Di sebuah studi di Chile, cedera ligamen di area pergelangan kaki lebih sering terjadi secara mendadak.

7. Faktor Risiko Terkait

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, europepmc.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X