- Menunda tugas karena takut salah (analysis paralysis).
- Sulit tidur karena memikirkan apa kata orang.
- Menghindari berbicara, mencoba hal baru, atau mengambil tanggung jawab.
- Tidak berani mengemukakan pendapat dalam rapat.
3. Mengubah persepsi diri secara negatif
Misalnya berpikir:
- “Aku tidak layak bekerja di sini.”
- “Aku selalu salah.”
- “Semua orang lebih baik daripada aku.”
Pola seperti ini sudah menjadi internalisasi negatif, sehingga kondisi ini berisiko mengarah ke:
- self-esteem rendah;
- depresi ringan;
- kecemasan sosial.
4. Membuat kamu overcompensate
Dalam model contingent self-esteem yang dikemukakan oleh Kernis (2005), menjelaskan bahwa ketergantungan berlebihan pada validasi eksternal adalah indikator masalah psikologis.
Contoh perilaku yang tidak sehat:
- Agar ada “pembuktian diri”, bekerja berlebihan hingga burnout.
- Perfeksionisme ekstrem.
- Takut gagal secara patologis (berlebihan, irasional, mengganggu fungsi, dan sebagainya).
- Butuh validasi terus menerus dari atasan/rekan.
Baca Juga: Perasaan Insecure Itu Wajar Apabila Kamu Berada Dalam 5 Kondisi Berikut Ini!
5. Menghindari kesempatan karena takut dinilai
Ini adalah tanda ketika perasaan insecure sudah menghambat perkembangan diri.
Misalnya:
- Menolak promosi.
- Menolak tugas baru.
- Tidak mau tampil atau memimpin.
6. Muncul dari trauma atau pola asuh tertentu
Jika rasa tidak aman bersumber dari, hal-hal berikut, maka biasanya sudah menjadi pola psikologis dalam:
- Kritik ekstrem di masa kecil;
- Pengalaman ditolak, di-bully, atau dipermalukan;
- Kekerasan verbal/emosional;
7. Disertai gejala fisik atau psikologis lain
Ini sudah masuk kategori anxiety-related problems.