Pejuangkantoran.com – Seperti kita tahu, menjelang puasa Ramadhan salah satu hal yang penting adalah menentukan kapan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan sebagai awal mula puasa ramadhan. Saat ini, penentuannnya dengan melihat adanya hilal (bulan baru).
Metode menentukan terlihat adanya hilal yang banyak dipraktikan saat ii adalah dengan metode hisab dan rukyat.
Hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan dan matahari secara matematis, tanpa harus melihat langsung hilal. Sementara metode rukyat adalah metode observasi langsung hilal pada saat matahari terbenam menjelang awal bulan hijriah.
Keduanya diyakini sebagai metode pendekatan yang paling akurat saat ini.
Kedua metode ini dijalankan oleh orang-orang yang punya keahlian dan profesi khusus. Berikut ini penjelasan tentang profesi-profesi yang terkait dengan teknikal metode-metode tersebut:
Baca Juga: Mengapa Penentuan Hilal (Bulan Baru) Menggunakan Hisab dan Rukyat?
1. Profesi dalam Metode Rukyat (Observasi Langsung)
Rukyat adalah pengamatan visual hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan.
a. Ahli Falak / Astronom Observasional
- Latar belakang: astronomi, fisika, atau ilmu falak.
- Kompetensi: posisi benda langit, optik teleskop, atmosfer, teknik observasi.
- Menggunakan teleskop, binokular, kamera CCD/CMOS, dan perangkat tracking.
- Di Indonesia sering terlibat melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau tim observasi Kementerian Agama Republik Indonesia.
b. Petugas Rukyat (Perukyat Bersertifikat)
- Biasanya dilatih oleh otoritas keagamaan.
- Bertugas melakukan observasi resmi di titik rukyat.
- Di bawah koordinasi Kemenag dan ormas seperti Nahdlatul Ulama.
c. Hakim / Pejabat Pengadilan Agama
- Mengesahkan kesaksian rukyat secara hukum.
- Terlibat dalam sidang itsbat (penetapan resmi awal bulan).
2. Profesi dalam Metode Hisab (Perhitungan Astronomis)
Hisab adalah perhitungan matematis posisi bulan dan matahari. Keahlian yang terkait dengan hal ini adalah: