bugar

Banyak Pemudik Alami Hipertensi dan Kolesterol, Ini 5 Penyebabnya Saat Lebaran 

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:05 WIB
Salah satu kunci penting saat mudik melalui Tol Trans Jawa adalah waktu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Momen mudik Lebaran memang selalu dinanti. Namun di balik perjalanan panjang dan euforia pulang kampung, ada risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) menemukan cukup banyak pemudik mengalami hipertensi dan kolesterol tinggi saat pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah titik, seperti terminal.

Kondisi ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan mudik.

1. Kelelahan Akibat Perjalanan Panjang

Perjalanan mudik yang memakan waktu berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari, bisa membuat tubuh kelelahan. Kondisi ini dapat memicu tekanan darah meningkat, apalagi jika tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup.

Baca Juga: Vitamin dan Nutrisi yang Tepat yang Wajib Kamu Asup Pasca Silaturahmi Lebaran Agar Tubuh Kembali Fit

2. Pola Makan Tidak Terjaga

Selama perjalanan, banyak pemudik mengonsumsi makanan cepat saji atau tinggi lemak karena praktis. Padahal, jenis makanan ini bisa meningkatkan kadar kolesterol, terutama jika dikonsumsi berulang.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Duduk terlalu lama di kendaraan membuat tubuh minim bergerak. Kurangnya aktivitas fisik ini dapat memperlambat metabolisme dan berkontribusi pada peningkatan kolesterol serta tekanan darah.

4. Kurang Tidur

Waktu istirahat yang tidak teratur selama perjalanan membuat tubuh sulit pulih secara optimal. Kurang tidur juga diketahui dapat memicu stres dan meningkatkan risiko hipertensi.

Baca Juga: Tetap Aman Makan Opor Saat Lebaran, Ini 10 Makanan Penurun Kolesterol

5. Stres dan Kondisi Jalan

Macet, kepadatan penumpang, hingga kondisi perjalanan yang tidak nyaman bisa memicu stres. Tekanan mental ini turut berpengaruh pada kenaikan tekanan darah secara signifikan.

Hipertensi dan kolesterol tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak selalu terasa. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan

Tags

Terkini