PejuangKantoran.com - Pernah menemukan bawang putih di dapur mulai tumbuh tunas hijau kecil di tengahnya? Banyak orang langsung mengira bahan tersebut sudah rusak dan harus dibuang. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.
Menurut laporan dari Real Simple, bawang putih yang sudah bertunas sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi. Tunas hijau tersebut adalah bagian alami dari proses pertumbuhan bawang, bukan tanda bahwa bahan tersebut berbahaya.
Tunas Bukan Berarti Rusak
Bawang putih bisa mulai bertunas ketika disimpan terlalu lama atau terpapar kondisi tertentu seperti suhu hangat, cahaya, atau kelembapan. Bahkan menyimpannya di kulkas justru bisa mempercepat proses ini.
Artinya, munculnya tunas bukan berarti bawang sudah busuk, melainkan tanda bahwa bawang tersebut sedang “hidup” dan mulai tumbuh.
Baca Juga: Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi Musuh Program Diet Kamu!
Aman Dimakan, Tapi Rasanya Berubah
Meski aman, ada satu hal yang perlu diperhatikan: rasa. Bawang putih yang sudah bertunas cenderung memiliki rasa lebih pahit, terutama jika dimakan mentah.
Namun, rasa pahit ini biasanya akan berkurang saat dimasak. Karena itu, bawang putih bertunas masih bisa digunakan untuk berbagai olahan seperti tumisan, sup, atau panggangan.
Jika ingin rasa lebih ringan, bagian tunas hijau di tengah bisa dihilangkan sebelum dimasak.
Baca Juga: Jarang Disosialisasikan, Padahal Employee Assistance Program Disediakan Gratis buat Karyawan
Justru Lebih Kaya Nutrisi
Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih yang mulai bertunas justru mengandung antioksidan lebih tinggi dibandingkan yang masih segar.
Selain itu, tunasnya sendiri juga mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zinc, sehingga tetap memiliki nilai gizi yang baik.
Kapan Harus Dibuang?
Meski bertunas masih aman, ada kondisi di mana bawang putih sebaiknya tidak digunakan, yaitu jika:
-
Teksturnya sudah lembek atau berlendir
-
Muncul jamur (berwarna biru kehijauan atau berbulu)
Artikel Selanjutnya
Brisk Walk vs Japanese Walking, Mana yang Lebih Baik Dilakukan Saat Puasa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Sumber: Real Simple
Tags
Artikel Terkait
Brisk Walk vs Japanese Walking, Mana yang Lebih Baik Dilakukan Saat Puasa?
Perut Keroncongan, Meski Memalukan Tapi Ternyata Mekanisme Sehat Tubuh Kita
Sepatu Lari DIpakai Untuk Kerja Kantoran? Pahami Sejumlah Hal Ini Lebih Dulu Supaya Tidak Merugikan Performa Larimu!
7 Makanan Tak Terduga yang Ternyata Baik untuk Jantung
5 Minuman Hangat Pengganti Kopi yang Aman Diminum Saat Flu
Siapa yang Paling Susah Berhenti Scrolling padahal Sudah Mengantuk dan Harusnya Tidur?
Siapkan Bekal Berikut Ini Agar Tetap Konsentrasi Selama Mengemudi Mobil Ketika Mudik Lebaran!
Olah Raga Ringan yang Wajib Kamu Lakukan untuk Relaksasi Bagi yang Mengemudi Mobil pada Mudik Lebaran Ini
Diam-Diam Mengintai: Pola Makan yang Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda
Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi "Musuh" Program Diet Kamu!