- Gangguan komunikasi otak–usus (gut-brain axis).
- Usus terlalu sensitif (hipersensitivitas visceral).
- Pergerakan usus terlalu cepat atau lambat.
- Makanan tertentu (misalnya kelompok FODMAP).
- Perubahan mikrobiota usus.
Secara struktural, IBS tidak berbahaya (tidak menyebabkan kanker atau kerusakan usus permanen. Namun sudah pasti mengganggu kualitas hidup karena gejalanya berulang.
IBS akan memburuk ketika penderita:
- Makan makanan tinggi FODMAP (misalnya bawang, susu, gandum tertentu).
- Makan dalam porsi besar.
- Stres atau kurang tidur.
- Kafein dan makanan berlemak.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu
Walaupun tidak berbahaya, namun karena mengganggu kualitas hidup, IBS tetap harus dikelola dengan baik dan benar. Karena IBS cenderung kronis, maka pendekatannya adalah manajemen gejala, yaitu dengan:
- Mengatur pola makan (misalnya diet rendah FODMAP).
- Mengatur stres (relaksasi, olahraga ringan).
- Makan dengan pola yang teratur.
- Mengonsumsi obat tertentu jika perlu (sesuai dokter).
Dengan begitu, IBS bisa terkendali dan kualitas hidup jadi lebih baik.***