Gampangnya begini:
- kaki yang panas dan lembap membuat kaki lebih cepat tidak nyaman,
- kaki nyaman bisa membuat ritme lari lebih stabil.
Ini akan lebih terasa pada saat:
- cuaca panas-lembap seperti Indonesia,
- lari di atas 60 menit,
- long run.
- Pengaruh terhadap shock absorption
Studi terbaru tahun 2025 yang dimuat di mdpi.com menunjukkan bahwa specialized running socks dapat meningkatkan shock absorption dan mengurangi plantar pressure (tekanan telapak kaki) karena struktur cushioning dan material tertentu.
Artinya, cushioning ini bisa membuat impact ke telapak sedikit lebih teredam, sehingga fatigue lokal kaki bisa berkurang.
Namun begitu, efek redaman pada kaki ini tetap jauh lebih kecil dibanding efek yang disebabkan oleh midsole sepatu running.
Baca Juga: 10 Latihan Agar Lutut Kamu Sebagai Pelari Menjadi Lebih Kuat dan Terhindar Dari Cedera
- Pengaruh langsung terhadap kecepatan?
Efek langsung kaus kaki terhadap pace sangat kecil, hampir tidak ada bukti kuat bahwa running socks membuat pace pelari signifikan lebih cepat. Ini berbeda dari sepatu performa tinggi.
Efek kaus kaki lebih bersifat “supportive”, membantu menjaga kualitas lari tetap konsisten, bukan menambah speed secara dramatis
Dalam praktik nyata, pengaruh kaus kaki pada pelari biasanya mulai terasa ketika:
- mileage meningkat,
- long run makin panjang,
- cuaca panas,
- kaki mudah lecet,
- race di atas 10K.
Banyak pelari pemula akqn merasa bahwa semua kaus kaki sama saja. Namun setelah rutin lari mereka mulai bisa membedakan saat menggunakan kaus kaki biasa/pada umumnya dengan kaus kaki khusus lari, terutama soal blister, panas, dan stabilitas kaki. ***