PejuangKantoran.com - Kopi sering menjadi andalan untuk mengusir rasa kantuk. Kandungan kafein di dalamnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sehingga banyak orang terbiasa menikmati secangkir kopi saat mulai mengantuk atau membutuhkan konsentrasi.
Namun, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Bukannya merasa lebih segar, setelah minum kopi mata malah terasa semakin berat.
Kondisi tersebut ternyata bisa terjadi karena sejumlah faktor. Efek kafein memang tidak selalu sama pada setiap orang. Berikut lima alasan yang mungkin membuat kamu justru mengantuk setelah minum kopi.
Baca Juga: Juan Reza dan Verry Klau, dari Konten Hiburan di TikTok Berujung Tampil Live di Istana Merdeka
1. Efek Kafein Mulai Hilang
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu senyawa kimia di otak yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk.
Saat kafein masuk ke tubuh, zat tersebut menempel pada reseptor adenosin sehingga efek yang biasanya membuat tubuh merasa lelah dan mengantuk menjadi terhambat. Inilah salah satu alasan mengapa kopi dapat membuat seseorang merasa lebih waspada.
Namun, efek kafein tidak berlangsung selamanya. Ketika efeknya mulai berkurang, adenosin yang sebelumnya terhambat dapat kembali memberikan efeknya. Akibatnya, rasa kantuk bisa muncul kembali dan terasa cukup kuat.
Jadi, jika kamu merasa sangat mengantuk beberapa waktu setelah efek kopi hilang, hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebabnya.
2. Tubuh Sudah Terbiasa dengan Kafein
Jika kamu termasuk orang yang hampir setiap hari minum kopi, tubuh bisa beradaptasi dengan asupan kafein.
Konsumsi kafein secara rutin dapat menyebabkan tubuh membangun toleransi. Artinya, efek kafein yang sebelumnya terasa kuat mungkin menjadi semakin berkurang sehingga secangkir kopi tidak lagi memberikan efek segar seperti sebelumnya.
Tubuh juga dapat beradaptasi terhadap mekanisme kafein yang menghambat adenosin. Karena itu, orang yang terbiasa mengonsumsi kafein.
Baca Juga: Back to Work, Back to Fit: Kenapa Tubuh Perlu Adaptasi Setelah Long Weekend?
3. Kafein Bisa Memengaruhi Hormon Stres
Kafein juga dapat memengaruhi kadar kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Peningkatan kortisol dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Namun, respons tersebut tidak selalu membuat seseorang merasa lebih bertenaga dalam jangka panjang.