Manajer tidak bisa hanya diberikan tanggung jawab, tetapi tidak diberikan teknologi untuk melakukannya. Apalagi saat ini sudah ada alat atau software yang bisa membantu pekerjaan manajerial.
Dengan begitu, perusahaan juga membantu manajer untuk mempertahankan produktivitas, mengurangi stres, dan menghemat waktu karyawan.
Pada akhirnya, semua cara ini bukan hanya untuk mempertahankan manajer yang sudah ada saat ini, tetapi juga merekrut manajer baru.
Baca Juga: 4 dari 5 Bos adalah ‘Manajer Kebetulan’ yang Menjadi Pemimpin tanpa Pelatihan dan Pengalaman
Deloitte mengatakan bahwa 73% manajer mengatakan harus menjadi teladan bagi karyawannya, tetapi hanya 35% karyawan yang dapat melihat bahwa manajernya bisa menjadi teladan.
Jika perusahaan tidak bisa memberi waktu dan sumber daya agar manajer melakukan pekerjaannya secara efektif dan bahagia, karyawan akan terus merasa ragu untuk naik jabatan.
Bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan terus bergoyang, bahkan runtuh. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Sekretariat ASEAN Buka Lowongan Agriculture Officer, Food Agriculture & Forestry Division
Jenis Souvenir yang Selalu Dibeli Travel Experts Saat Liburan, Yang Penting Ada Memorinya!
Irzan Faiq Kaget Tak Ada Listrik, Sinyal, dan Internet Saat Syuting Saranjana Kota Ghaib
Emak-Emak Blogger dari Gen X Disebut sebagai Awal Mula Menjamurnya Content Creator Saat Ini
Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” dengan Jitu saat Wawancara Kerja
Oleh-oleh dari BIFF 2023! Watch It Burn, Film Terbaru Makbul Mubarak, Menang One Cool Award