Apa Sebenarnya Pekerjaan Headhunter, dan Apa Bedanya dengan Tugas Rekruiter?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 27 Oktober 2023 | 16:34 WIB
Headhunter biasanya menargetkan orang-orang yang tidak sedang mencari pekerjaan baru. (Freepik/Macrovector)
Headhunter biasanya menargetkan orang-orang yang tidak sedang mencari pekerjaan baru. (Freepik/Macrovector)

Sementara headhunting, seperti yang sudah dijelaskan, merupakan proses mencari kandidat terbaik dengan menargetkan mereka yang tidak secara aktif mencari peran baru, tetapi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Headhunting biasanya memakan biaya lebih besar dibandingkan rekrutmen standar karena perusahaan harus mengambil tindakan tambahan untuk mengidentifikasi dan menargetkan kandidat pasif, yang tidak dapat dicapai melalui rekrutmen standar.

Proses headhunting yang umum dilakukan

Mengingat headhunting ini proses yang sangat spesial, setiap perusahaan mungkin mempunyai caranya sendiri untuk mengisi jabatan-jabatan kunci. Namun proses umumnya berjalan sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi kebutuhan

Umumnya, headhunting dimulai ketika CEO perusahaan atau seseorang yang setara seniornya menghubungi tim puncak mengenai kebutuhan pekerjaan.

Misalnya, ada kebutuhan untuk kepala departemen baru atau menggantikan seseorang yang baru keluar dari perusahaan.

Baca Juga: Betulkah Job Hopping Alias Pindah-pindah Kerja Bisa Bikin Gaji Lebih Cepat Naik?

2. Menetapkan jobdesk

Tim senior akan bekerja sama untuk menetapkan jobdesk yang jelas dan komprehensif untuk merinci tugas, kemampuan, dan pengalaman yang dibutuhkan.

Selain itu, dibuat juga profil yang menarik karena kandidat yang didekati juga harus sesuai dengan jabatan yang dibutuhkan.

3. Menjangkau kandidat yang diincar

Biasanya, headhunter akan membuat daftar kandidat yang cocok untuk menempati posisi penting, memanfaatkan berbagai strategi untuk menemukan mereka, kemudian menghubungi mereka dengan tujuan meyakinkan untuk beralih pekerjaan.

Terkadang, kandidat aktif dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat juga dapat dihubungi.

Seringkali, perusahaan menjalin hubungan dengan calon kandidat melalui platform media sosial tempat mereka paling aktif, seperti LinkedIn atau bahkan Facebook, Twitter, atau Instagram.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Adaface, Ecruit

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X