PejuangKantoran.com - Jika kamu adalah salah satu karyawan yang menyukai kantor sepi untuk meningkatkan konsentrasi, mungkin kamu perlu mempertimbangkannya kembali.
Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di University of Arizona dan University of Kansas, kunci bagi karyawan yang lebih sehat adalah suara yang ada di ruang kantor.
Studi ini menemukan, meskipun suara bising di kantor memiliki dampak negatif terhadap kesehatan karyawan, tetapi kantor sepi belum tentu mampu meningkatkan konsentrasi dan kondusif bagi tempat kerja yang sehat.
Baca Juga: Single Salary System untuk PNS Sudah Mulai Diujicobakan di 15 Institusi. Bagaimana Sistem Gajinya?
Faktanya, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal “Nature Digital Medicine” tersebut, intensitas suara terbaik untuk meningkatkan konsentrasi di kantor adalah sekitar 50 desibel atau setara dengan kicau burung atau rintik-rintik hujan.
"Semua orang tahu bahwa suara keras dapat membuat stres, dan pada kenyataannya, suara yang sangat keras berbahaya bagi telinga,” kata salah satu penulis studi, Esther Sternberg, MD.
Ia melanjutkan, “Namun, yang baru dari penelitian ini adalah bahwa dengan tingkat suara yang rendah sekalipun atau kurang dari 50 desibel, respons stres lebih tinggi."
Penelitian yang dilakukan ini merupakan bagian dari proyek penelitian kesejahteraan di tempat kerja yang lebih besar.
Dalam penelitian yang dipimpin Dr. Sternberg pada 2018, ditemukan bahwa karyawan yang bekerja di kantor yang terbuka, dengan meja yang tidak dipisahkan oleh sekat, memiliki aktivitas yang lebih tinggi di siang hari dan tingkat stres yang lebih rendah di malam hari, dibandingkan dengan karyawan yang bekerja di kubikel atau di kantor pribadi.
Suara berisik meningkatkan konsentrasi
Mengenai keluhan karyawan yang bekerja di ruang kantor terbuka yang penuh kebisingan, Esther dan rekan penulisnya menjelaskan lebih lanjut mengenai reaksi fisiologis karyawan terhadap suara di kantor.
Untuk mengukur dampak suara pada pekerja kantor, penelitian melibatkan 231 karyawan dari U.S. General Services Administration untuk memakai dua perangkat selama tiga hari.
Satu alat mengukur tingkat suara di lingkungan kerja. Sementara alat yang lain mengukur tingkat stres dan relaksasi fisiologis partisipan dengan menggunakan variabilitas detak jantung atau lamanya waktu yang berbeda-beda di antara setiap detak jantung.
Hasilnya menunjukkan, ketika tingkat suara lingkungan pekerja berada di atas 50 desibel, setiap kenaikan 10 desibel berkaitan dengan penurunan 1,9% dalam kesejahteraan fisiologis.
Artikel Terkait
Calon Junior Account Executive, Ini 3 Pertanyaan yang Mungkin Menanti saat Wawancara Kerja
10 Pekerjaan Baru yang Menjanjikan Berkat Lahirnya Teknologi AI, Ada yang Minat?
'Lazy Girl Job', Fenomena Baru di Dunia Kerja yang Dipopulerkan Gen Z, Benarkah Hanya untuk Pemalas?
Cara Membuat Worksheet Manajemen Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Kenapa Kamu Harus Nego Gaji Saat Offering dan Jangan Asal Terima?
Data Specialist dan Data Analyst Memang Sama-Sama Mengurusi Data, tapi Apa Beda Tugasnya?
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!