Namun, ketika suara di kantor lebih rendah dari 50 desibel, setiap kenaikan 10 desibel berkaitan dengan peningkatan 5,4% dalam kesejahteraan fisiologis.
Artinya, suara yang “berisik” asalkan tidak lebih dari 50 desibel, justru bisa membuat karyawan lebih nyaman bekerja.
Itulah mengapa banyak orang yang suka bekerja di cafe atau tempat umum lainnya. Meski itu bukanlah tempat yang tenang, tetapi mampu meningkatkan konsentrasi karena semua suara menyatu menjadi kebisingan di latar belakang.
“Kebisingan itu justru menutupi suara yang mungkin mengganggu. Berbeda dengan saat kamu mendengar suara peniti jatuh di suasana kantor yang sangat hening, maka itu akan mengalihkan perhatian dari apa yang sedang kamu kerjakan," jelas Esther.
Temuan ini menunjukkan bahwa bagi perusahaan yang ingin membangun atau mendesain ulang ruang kantor dengan mempertimbangkan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, sebaiknya berkonsultasi dengan teknisi akustik.
Dengan begitu, perusahaan bisa membantu menciptakan kondisi suara lingkungan yang optimal. Selain berhati-hati dalam memilih atau mendesain furnitur, lantai, dan aspek lain dari ruangan, dan sekarang soundscape juga mungkin perlu dipertimbangkan.
Jadi, jika kamu ingin kantor sepi agar fokus bekerja, ingatlah juga bahwa sedikit kebisingan di latar belakang mungkin sebenarnya baik untuk meningkatan konsentrasi dan kesehatan mentalmu. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Calon Junior Account Executive, Ini 3 Pertanyaan yang Mungkin Menanti saat Wawancara Kerja
10 Pekerjaan Baru yang Menjanjikan Berkat Lahirnya Teknologi AI, Ada yang Minat?
'Lazy Girl Job', Fenomena Baru di Dunia Kerja yang Dipopulerkan Gen Z, Benarkah Hanya untuk Pemalas?
Cara Membuat Worksheet Manajemen Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Kenapa Kamu Harus Nego Gaji Saat Offering dan Jangan Asal Terima?
Data Specialist dan Data Analyst Memang Sama-Sama Mengurusi Data, tapi Apa Beda Tugasnya?
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!