Dampak dari Rust-out Bisa Menghancurkan, Ketahui Cara Mengatasi Rust-Out saat Bekerja!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 20 Desember 2023 | 22:09 WIB
Ilustrasi: Rust-out bisa membuatmu merasa lesu, apatis, dan bosan. Bagaimana cara mengatasi rust-out? (Freepik)
Ilustrasi: Rust-out bisa membuatmu merasa lesu, apatis, dan bosan. Bagaimana cara mengatasi rust-out? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Rust-out adalah perasaan tidak tertarik dan terputus dari pekerjaan. Perasaan tidak puas yang ditimbulkan oleh proses rust-out bisa dimulai dari sikap negatif dari atasan, atau dari kurangnya tantangan atau peluang.

Rust-out juga bisa muncul ketika kamu gagal melakukan tugas yang menantang sehingga merasa keterampilan dan kemampuanmu juga ikut gagal. Kamu jadi merasa lesu, apatis, dan bosan.

Dampak dari rust-out bisa menghancurkan, karena kamu akan merasa terputus dengan pekerjaan dan akhirnya tidak bersemangat dalam bekerja.

Baca Juga: Saat Merasa Tak Tertarik Lagi dengan Pekerjaan, Mungkin Kamu Mengalami Rust-Out. Apa Itu?

Bagaimana cara mengatasi rust-out?

Beberapa tanda dari rust-out adalah:

• Merasa tidak tertarik pada pekerjaan.
• Antusiasme terhadap tantangan baru menurun.
• Cepat marah dengan rekan kerja atau pekerjaan.
• Merasa kehilangan chemistry dengan rutinitas harian dalam bekerja.
• Merasa stagnan dan tidak puas secara terus-menerus.

Jika kamu mulai merasakannya, jangan putus asa dan menyerah begitu saja, karena masih ada harapan untuk mengatasinya.

Chief Growth Officer dan salah satu pendiri Capitalixe, Lissele Pratt, menawarkan beberapa cara untuk mengatasi rust-out. Menurutnya, langkah-langkah proaktif ini dapat membantumu mendapatkan kembali antusiasme dalam berkarir.

Akui apa yang kamu rasakan

Seperti kata pepatah, kamu harus memahami masalah untuk menyelesaikannya, termasuk saat mengatasi rust-out.

Baca Juga: Anker, Ada Penyesuaian Jalur KRL Lagi di Stasiun Manggarai, Penumpang KRL Jalur Cikarang Bakal Terdampak!

Penting untuk mengakui ada rasa terputus dan monoton, yang meresap ke dalam pekerjaan. Dengan mengenali perasaan ini, kamu dapat mengambil langkah untuk mendapatkan kembali antusiasme yang menghilang.

“Satu hal yang sangat membantu saya adalah membuat jurnal. Menuangkan pikiran dan pengalaman sehari-hari ke dalam tulisan dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengungkap pola dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rust-out,” ujar Liselle.

Kamu juga dapat berbicara dengan seseorang yang dipercaya, bisa teman, rekan kerja, atau bahkan mentor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X