3 Pertimbangan Sebelum Memutuskan Kembali Bekerja di Kantor Lama yang Pernah Memecat Kamu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 Januari 2024 | 17:37 WIB
Ilustrasi: Kalau kamu merasa senang, bersyukur, bahagia, atau gembira dengan peluang untuk kembali bekerja di kantor lama, berarti keputusanmu sudah benar. (Freepik)
Ilustrasi: Kalau kamu merasa senang, bersyukur, bahagia, atau gembira dengan peluang untuk kembali bekerja di kantor lama, berarti keputusanmu sudah benar. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di masa di mana banyak perusahaan melakukan layoff atau PHK massal, mencari pekerjaan baru tentu bukan hal yang mudah. Berpuluh-puluh CV sudah kamu kirimkan, tetapi tak satupun yang nyangkut.

Kalau sudah begini, langkah apapun akan kamu lakukan supaya bisa segera mendapat pekerjaan baru. Apakah kamu terpikir untuk kembali bekerja di kantor lama yang memecat kamu?

Faktanya, kembali bekerja di kantor lama yang memecat kita cukup biasa terjadi. Menurut survey LinkedIn, 28% dari karyawan "baru" di berbagai industri adalah “karyawan bumerang”, orang yang kembali bekerja di kantor lama.

Baca Juga: Bertemu Tokoh Adat Papua, Gibran: Kami Tidak akan Pernah Meninggalkan Papua

Namun, tidak semua karyawan mau melakukan hal itu. Buktinya, menurut survei Glassdoor, 58% karyawan mengatakan tidak akan kembali ke perusahaan yang memberhentikan mereka. Bahkan, tidak ada yang bisa membujuk mereka untuk kembali.

Masuk akal jika kamu enggan kembali bekerja di kantor lama yang sebelumnya memecat kamu. PHK bisa menurunkan kepercayaan diri, sehingga banyak pekerja yang sakit hati. Mereka juga tak mau hal itu terjadi lagi.

Tetapi seperti kata pepatah, "Gengsi nggak bikin kamu makan." Kalau kamu memang ingin kembali bekerja di kantor lama, ada beberapa pertimbangan yang bisa kamu pikirkan.

1. Pahami pro dan kontranya

Kembali bekerja di kantor lama sebenarnya cukup menguntungkan.

Baca Juga: Kekurangan Ganjar dan Anies yang Disebut Media Asing Bakal Bikin Prabowo Menang Satu Putaran

Pertama, menurut Emily Liou, career coach di CultiVitae, kamu bisa melewatkan beberapa tahap orientasi awal, karena kamu sudah pernah melalui tahap tersebut.

Kedua, kinerjamu sudah diketahui atasan atau rekan kerja yang lama. Kalau positif, kamu bisa melanjutkan ke posisi semula dengan pertumbuhan karir yang baru.

Kekurangannya, mungkin sulit untuk menghilangkan rasa ketidakpastian atau sakit hati kamu, terutama kalau kamu pernah mengalami PHK.

Kalau kamu mengalami PHK massal, pasti suilt untuk kembali ke perusahaan tersebut dan bekerja dengan orang-orang baru.

2. Lakukan refleksi diri yang jujur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Glassdoor, LinkedIn

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X