Bangkok Dikepung Polusi, Pejuang Kantoran Diminta WFH 2 Hari

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 18 Februari 2024 | 19:00 WIB
Gambaran bekerja di rumah, atau sering dikenal WFH (work from home). (Pixabay )
Gambaran bekerja di rumah, atau sering dikenal WFH (work from home). (Pixabay )

PejuangKantoran.com - Pegawai kantoran di kota Bangkok telah diperintahkan untuk bekerja dari rumah untuk menghindari polusi udara yang berbahaya, ketika lapisan kabut berbahaya menyelimuti ibu kota Thailand pada hari Kamis.

Pemerintah kota meminta kerja sama dari para pengusaha untuk membantu para pekerja di kota berpenduduk sekitar 11 juta orang tersebut menghindari polusi, yang diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat.

Situs web pemantau udara IQAir menempatkan Bangkok di antara 10 kota paling tercemar di dunia pada Kamis pagi lalu.

Tingkat partikel PM2.5 yang paling berbahaya – sangat kecil sehingga dapat memasuki aliran darah – lebih dari 15 kali lipat dari pedoman tahunan Organisasi Kesehatan Dunia, menurut IQAir.

Baca Juga: Riset: Generasi Z atau Gen Z yang Studi di Luar Negeri, Biasanya Lebih Mandiri dan Banyak Akal

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pada Rabu malam bahwa semua pegawai kota akan bekerja dari rumah pada hari Kamis dan Jumat.

“Saya ingin meminta kerja sama dari jaringan BMA yang terdiri dari sekitar 151 perusahaan dan organisasi, baik kantor pemerintah maupun sektor swasta,” katanya dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa lebih dari 60.000 orang terkena dampaknya.

BMA adalah singkatan dari Administrasi Metropolitan Bangkok.

Chadchart mengatakan setidaknya 20 dari 50 distrik di Bangkok diperkirakan memiliki tingkat partikel PM2.5 yang tidak sehat, dan masalah ini akan terus berlanjut karena cuaca yang tenang.

Kualitas udara di Thailand sering kali merosot pada bulan-bulan awal tahun ini karena asap dari para petani yang membakar jerami di ladang menambah emisi industri dan asap knalpot kendaraan.

Baca Juga: Gen Z, Mau Enggak Jadi Tentara Berambut Panjang dan Bertato?

Bangkok dan kota di utara Chiang Mai termasuk di antara kota-kota paling tercemar di dunia dalam beberapa hari pada tahun lalu.

Bagi banyak warga Bangkok, bekerja dari rumah bukanlah suatu pilihan.

Jarukit Singkomron, 57, seorang tukang ojek di salah satu jalan tersibuk di ibu kota, tetap bekerja meski ia alergi terhadap polusi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber, Economic Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X