8 Konsep Jepang untuk Meningkatkan Produktivitas Di Tempat Kerja, dari Kaizen hingga Ikigai

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 20 April 2024 | 21:05 WIB
Ilustrasi: Ikigai adalah salah satu konsep Jepang, di mana konsep ini mengajarkan kamu menemukan aktivitas yang memberikan kegembiraan dan rasa kepuasan.  (Unsplash/Content Pixie)
Ilustrasi: Ikigai adalah salah satu konsep Jepang, di mana konsep ini mengajarkan kamu menemukan aktivitas yang memberikan kegembiraan dan rasa kepuasan. (Unsplash/Content Pixie)

Kanban

Kanban adalah alat manajemen visual yang digunakan untuk mengatur kemajuan pekerjaan kamu. Buat papan dengan kolom dengan berbagai tahapan proses yang ingin dilakukan, sedang berlangsung atau selesai, dan kartu dengan tugas yang disebutkan di atasnya.

Saat pekerjaan berlangsung, kartu diletakkan dari satu kolom ke kolom lainnya.

Baca Juga: KPU Umumkan Jadwal Seleksi Terbuka Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jakarta

Gemba

Gemba atau genba berasal dari bahasa Jepang yang berarti “lokasi kejadian”. Teknik ini dipraktikkan dengan mengunjungi tempat pekerjaan berlangsung untuk mengamati dan memahami prosesnya secara dekat.

Mottainai

Konsep Jepang yang disebut mottainai ini mendorong orang untuk memperhatikan nilai-nilai sumber daya yang berbeda seperti waktu, materi, dan bakat.

Hal ini membantu orang memaksimalkan apa yang mereka miliki, dan mengurangi pemborosan dalam hidup mereka.

Baca Juga: Sukses Produseri Film Horor Lampir, Ini Alasan Gandhi Fernando Ingin Tetap Garap Genre Beragam

Ikigai

Boleh dibilang ini konsep Jepang yang terpopuler, yang berarti “tujuan hidup”. Konsep ini mengajarkan kamu menemukan aktivitas yang memberikan kegembiraan dan rasa kepuasan.

Ikigai juga mengajak untuk menjalani kehidupan yang bermakna bagi setiap orang, dan menemukan kepuasan dalam apa yang kamu lakukan setiap hari.

Wabi-sabi

Wabi-sabi adalah teknik Jepang untuk menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Teknik ini mendukung gagasan untuk menghargai hal-hal yang alami, sederhana, dan menerima kekurangan dalam hal-hal yang kita temukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Times of India, Medium, Japan.go.jp

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X