PejuangKantoran.com - Siapa yang pintu kulkasnya dipenuhi dengan souvenir magnet kulkas dari tempat-tempat yang pernah kamu kunjungi di berbagai kota dan negara di dunia ini?
Momen paling asyik ketika jalan-jalan ke suatu kota atau negara yang belum pernah kita kunjungi adalah masuk ke toko souvenir dan melihat benda-benda mungil bertuliskan nama kota atau berbentuk bangunan yang menjadi landmark kota tersebut.
Baca Juga: Unhappy Leave, Perusahaan di China Buat Aturan Cuti Khusus Saat Lagi Tak Bahagia
Dari toko souvenir tersebut, sudah pasti magnet kulkas atau gantungan kunci akan kita bawa pulang. Minimal buat oleh-oleh teman-teman sekantor yang paling berisik jika ada yang baru pulang dari dinas luar negeri.
Meskipun harganya murah, magnet-magnet tersebut bukan sekadar berfungsi sebagai aksesori kulkas atau untuk menempelkan kertas-kertas berisi pesan untuk orang serumah, melainkan juga sebagai pengingat akan liburan atau perjalanan kamu.
Setelah melakukan wawancara dengan 19 responden yang setidaknya menempelkan 20 magnet kulkas dari perjalanan mereka, para peneliti dari University of Liverpool menemukan bahwa souvenir tersebut membantu melestarikan kenangan akan perjalanan tersebut.
Magnet kulkas juga menimbulkan respons emosional, di mana beberapa responden mengatakan bahwa menurut mereka magnet lebih penting daripada foto sebagai pengingat.
Baca Juga: Siap-siap, Kemensos Bakal Buka 40.839 Posisi untuk ASN di 2024 untuk Berbagai Posisi
"Kalau kamu pergi ke suatu tempat, dalam sehari kamu bisa mengambil 50 hingga 100 foto. Sedangkan sekarang saya cenderung tidak memotret apa pun. Saya hanya akan mengambil magnet kulkas pada akhir perjalanan," ujar salah satu responden.
Dari hasil diskusi dengan responden, para peneliti menemukan pentingnya magnet kulkas bagi mereka. Salah satu responden mengakui bahwa ia menyimpan magnet dari Spanyol bukan karena ia bersenang-senang, melainkan untuk mengingatkan mereka akan betapa buruknya keadaan saat itu dalam hidupnya.
"Jelas sekali bahwa ketika orang-orang membicarakan tentang arti magnet kulkas bagi mereka, hal itu sangat mudah membangkitkan kenangan dan respons dari peristiwa atau orang yang sangat spesifik.
"Termasuk contoh yang cukup mengharukan tentang liburan yang mereka alami bersama orang-orang yang telah meninggal, atau anak-anak yang sudah dewasa dan pindah rumah," ungkap peneliti utama John Byrom.
Baca Juga: Kristina Esmeralda, Kartini Penjaga Energi Hijau Indonesia
Bagaimana jika dibandingkan dengan foto-foto liburan? Seberapa sering kamu melihat kembali foto-foto liburanmu?
"Jika kamu berpikir tentang seberapa sering kamu menghampiri lemari es, pasti sangat berbeda (kesannya) dengan pisau keju yang mungkin kamu beli, dan kemudian berdebu di dalam laci, atau gambar yang lama-lama menjadi wallpaper," lanjut Byrom.
Artikel Terkait
Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
Sukses Produseri Film Horor Lampir, Ini Alasan Gandhi Fernando Ingin Tetap Garap Genre Beragam
KPU Umumkan Jadwal Seleksi Terbuka Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jakarta
CEO Dropbox Bilang, Karyawan Lebih Suka Bekerja Remote daripada Diberi Fasilitas Kantor yang Nyaman
Segini Lho, Gaji yang Dibutuhkan Pekerja Lajang untuk Bisa Hidup Nyaman Di Amerika
8 Konsep Jepang untuk Meningkatkan Produktivitas Di Tempat Kerja, dari Kaizen hingga Ikigai
Penerima Beasiswa S2 Kominfo 2024 Harus Kembali ke Indonesia, Ini Sanksinya Jika Melanggar!