PejuangKantoran.com - Pernah berpikir mengapa kamu mau bekerja di tempatmu bekerja sekarang?
Apakah karena ikut teman, 'diterimanya di situ, gajinya yang besar, atau karena memang sesuai passion kamu?
Apapun alasannya, itu tidaklah salah. Tapi mungkin saja bisa berpengaruh dengan kelanggengan dan tingkat stres kamu.
Baca Juga: Jumlah Pengguna Aktif Harian Threads Kalahkan Pengguna X, Beneran Bakal Jadi Twitter Killer?
Menurut survei dari lembaga konsultasi dan riset Gallup, 63% karyawan yang bekerja sesuai dengan minat-bakat mereka, lebih mungkin merasa energik di tempat kerja. Sehingga bisa disimpulkan, mengidentifikasi minat dan bakat menjadi faktor cukup penting sebelum mencari pekerjaan.
Hal ini diamini oleh Sabhrina Salsabella, Social Media Officer di sebuah perusahaan. Saat lulus dari kampus, perempuan asal Bandung ini langsung bisa mengenali minat dan bakat dirinya yang sangat berhubungan erat dengan dunia kreativitas.
Sehingga saat mencari pekerjaan ia langsung condong dengan pekerjaan seputar content creation.
“Aku merasa minat dan bakatku lebih ke arah industri kreatif, terus bisa support content creation di pekerjaan dan jadi lebih mudah beradaptasi. Skill yang aku punya ini sangat mendukung performance dan upgrade karir aku,” ucap Sabhrina.
Baca Juga: Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibjo Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun
Sayangnya tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam mengenali minat dan bakat mereka.
Sejumlah praktisi di bidang manajemen sumber daya manusia memaparkan beberapa faktor yang bisa menentukan minat dan bakat seseorang mulai dari faktor internal maupun eksternal.
Belum lagi, dalam diri setiap individu terdapat bakat potensial yang kadang tidak disadari, padahal bisa menunjang kehidupan mereka.
Contohnya apa yang dialami oleh Luthfi Deriananda, Public Relations pada Edtech Cakap. Luthfi yang keranjingan gawai sejak remaja, akhirnya memutuskan kuliah di jurusan teknik informatika dan sains komputer.
Namun tanpa disadari, ia memiliki bakat tersembunyi untuk bekerja di bidang komunikasi. Dulu ia menganggap lulusan IT identik dengan aneka perangkat komputer, tapi akhirnya ia berhasil menggali bakat profesionalnya di ranah komunikasi.
Artikel Terkait
5 Pekerjaan di Bidang Robotika yang Dapat Mengotomatisasi Tugas-tugas yang Sulit Dilakukan
Buat Kamu yang Mau Tinggal dan Kerja di Turki, Kini Ada Visa Digital Nomad Turkiye
Benarkah AI Bisa Ancam Tenaga Kerja Manusia dan Buat Lowongan Kerja Makin Sulit?
4 Tips dan Trik Lolos Ujian Seleksi dan Rekrutmen Bersama BUMN
7 Hal yang Harus Kamu Hindari pada Minggu Pertama Bekerja di Kantor yang Baru
Alasan Pertanyaan Klise “Mengapa Kami Harus Menerima Kamu” Selalu Ada Saat Wawancara Kerja
Kesalahan saat Menjawab Pertanyaan “Mengapa Kami Harus Menerima Kamu?” ketika Wawancara Kerja
Contoh Jawaban untuk Pertanyaan “Mengapa Kami Harus Menerima Kamu?” saat Wawancara Kerja
5 Pelanggaran yang Bikin Kamu Gagal Mengikuti Tes Online Tahap I Rekrutmen Bersama BUMN
Mau Beralih Jadi Karyawan Green Jobs? Yuk Bisa Yuk, Bantu Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim