5 Langkah untuk Mengatasi Rasa Menyesal Setelah Resign, Bisakah Minta Kembali ke Kantor Lama?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 Juli 2024 | 10:57 WIB
Ilustrasi: Apa yang harus dilakukan jika kamu menyesal setelah resign? Mungkinkah meminta kembali ke kantor lama? (Freepik)
Ilustrasi: Apa yang harus dilakukan jika kamu menyesal setelah resign? Mungkinkah meminta kembali ke kantor lama? (Freepik)

Tetapi kamu bisa mencoba meminta surat referensi yang menyampaikan bahwa kamu punya kinerja yang baik selama bekerja.

4. Pertimbangkan untuk pindah kerja ke industri lain. Di antara mereka yang berhenti dari pekerjaan dan merasa paling puas adalah mereka yang benar-benar mengubah keadaan, termasuk pindah ke industri lain.

Tanyakan pada dirimu, pekerjaan apa yang kamu jalani sehingga bisa membekali kamu untuk melakukan hal yang belum pernah dapat kamu lakukan sebelumnya?

Dengan meningkatnya kecerdasan buatan yang mengambil lebih banyak pekerjaan, keterampilan soft skill-mu akan memungkinkan kamu untuk mencoba melamar pekerjaan di hampir semua industri.

Baca Juga: Rizal Mantovani Beberkan Alasan Film Pusaka Banyak Tampilkan Adegan Sadis dan Brutal

5. Sampaikan bahwa kamu bersedia untuk selalu hadir di kantor. Sebagian besar pelamar GenZ saat ini lebih tertarik bekerja dari rumah. Namun tidak semua perusahaan memberlakukan sistem tersebut.

Bahkan jika perusahaan kamu memberlakukan sistem hybrid, katakan bahwa kamu standby untuk selalu hadir di kantor. Sedikit berkorban tidak masalah kan, asalkan kamu bisa bekerja lagi di tempat yang sesuai kenyamananmu.

Kita semua membuat keputusan buruk dari waktu ke waktu. Namun kamu tidak perlu terus-terusan menyesalinya. Ambil salah satu atau semua langkah di atas, dan yang terpenting, teruslah maju selangkah demi selangkah.

Waktu akan berjalan tanpa terasa, cepat atau lambat penyesalan kamu akan hilang, kok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X