Benarkah Performance-Improvement Plan Dilakukan untuk Menyingkirkan Karyawan yang Tidak Diinginkan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Juli 2024 | 07:44 WIB
Ilustrasi: Benarkah Performance-Improvement Plan sebenarnya cuma menjadi cara perusahaan untuk memecat karyawan secara diam-diam? (Freepix/Benzoix)
Ilustrasi: Benarkah Performance-Improvement Plan sebenarnya cuma menjadi cara perusahaan untuk memecat karyawan secara diam-diam? (Freepix/Benzoix)

Rymsha mengatakan, sering kali sebelum Performance-Improvement Plan dikeluarkan, karyawan secara bertahap merasa ada hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan lagi.

Kalau hal itu terjadi, tandanya perusahaan berharap kamu akan mengerti dan keluar sendiri sehingga mereka tidak perlu melalui proses pemberian PIP, katanya.

Baca Juga: CEO Levi Strauss Bocorkan Rahasia Seberapa Sering Sebaiknya Kamu Mencuci Celana Jeans

"Jika kamu tidak mendapatkan umpan balik yang bagus, kamu dikeluarkan dari proyek, tidak ditempatkan pada pekerjaan atau inisiatif baru atau menarik,

"Itu semua adalah hal-hal kecil yang mungkin akan terjadi [dengan PIP], atau mereka melihat kamu tidak punya nilai yang besar, dan pada dasarnya mereka tidak ingin berinvestasi untuk kamu," kata Rymsha.

Setelah yakin kamu berada di jalur itu, sudah saatnya kamu meninggalkan perusahaan tersebut, sarannya.

Apakah PIP bisa berhasil?

Meskipun melihat PIP sebagai cara perusahaan untuk memecat secara diam-diam, Rymsha mengatakan bahwa dia juga pernah melihat PIP mencapai tujuan yang sebenarnya sebelumnya.

Terutama ketika seseorang memiliki masalah di rumah, atau bahkan menjadi sedikit puas dengan pekerjaan mereka.

Dia mengatakan beberapa manajer mengambil pendekatan 50/50, di mana setengah dari karyawan yang menerima PIP ingin dipertahankan dan dikembangkan oleh perusahaan.

Baca Juga: Erina Gudono Diterima di Program Master University of Pennsylvania, yang Termasuk Kampus Ivy League

Sedangkan setengah lainnya ingin dipecat tetapi dengan cara yang paling sah dan terhormat.

Untuk staf HR lainnya, lebih seperti 80/20, kata Rymsha, yang berarti 80% akan diberhentikan, dan hanya 20% sisanya yang akan bertahan.

Pola yang diterapkan pada Performance-Improvement Plan bervariasi, tetapi dia masih waspada terhadap penggunaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider, Bundle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X