PejuangKantoran.com - Ketika kita merasa sudah bekerja semaksimal mungkin dengan hasil yang baik, wajar jika pada akhirnya kita ingin mendapat reward dari atasan.
Namun berdasarkan analisis baru terhadap lebih dari 23.000 performance review di 250 tempat kerja di AS, karyawan yang perform tidak mendapatkan umpan balik yang memuaskan di tempat kerja.
Hal itu mendorong mereka untuk mengundurkan diri dari perusahaan, demikian hasil penelitian dari Textio, platform penulisan bertenaga AI untuk tim SDM.
Baca Juga: PT Kawan Lama Group Buka Lowongan Pekerjaan, Ada Banyak Posisi Bisa di-Apply
Kualitas umpan balik memang berbeda-beda, bisa positif atau negatif. Yang dimaksud umpan balik berkualitas tinggi umumnya yang disertai dengan contoh-contoh yang jelas tentang kontribusi karyawan.
Selain itu juga berisi saran yang jelas untuk perbaikan dan cara mencapai kemajuan untuk pengembangan karir ke depannya, seperti mendapatkan promosi.
Di sisi lain, umpan balik yang berkualitas rendah tidak spesifik, tidak relevan, atau tidak dapat ditindaklanjuti.
"Feedback itu bisa jadi tentang kepribadian seseorang, bukan pekerjaannya, atau bisa jadi dibesar-besarkan dan tidak terlalu realistis," kata Kieran Snyder, salah satu pendiri dan kepala ilmuwan emeritus di Textio.
Ketika mendapatkan umpan balik berkualitas rendah (meskipun positif), sebanyak 63% karyawan lebih mungkin untuk berhenti dalam 12 bulan ke depan, menurut survei Textio pada 2023.
Lalu, 30% karyawan yang perform malah resign dari pekerjaannya dalam tahun pertama. Hal itu tentunya bisa menimbulkan masalah bagi tim dengan karyawan yang jadi andalan.
Baca Juga: Jepang Punya Ramen Sedot Berkafein untuk Para Gamer dan Workaholic
"Ketika orang memberikan umpan balik untuk karyawan berkinerja tinggi, mereka merasa perlu untuk memberikan lebih banyak, tetapi lebih sering bersifat permukaan," kata Snyder.
Perempuan menerima umpan balik berdasarkan kepribadiannya
Analisis Textio juga menemukan adanya bias gender dalam jenis umpan balik yang diberikan kepada karyawan laki-laki dan perempuan.
Perempuan lebih mungkin menerima umpan balik berdasarkan kepribadiannya daripada laki-laki, entah itu kolaboratif dan membantu, atau, bagaimana mereka mempengaruhi perasaan orang lain.
Artikel Terkait
7 Alasan Pewawancara Bertanya "Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?" Saat Wawancara Kerja
Dapat Menu Vegetarian di Olimpiade Paris 2024, Para Atlet Kontan Minta Daging dan Porsi Besar
Ternyata Cerita Sakaratul Maut Diangkat dari Memori Masa Kecil Sutradara Sidharta Tata
10 Cara Agar Kamu Lebih Produktif Jelang Weekend: Jangans Bawa Pulang Kerjaan ke Rumah!
Wacana TN Komodo Bakal Ditutup untuk Umum, Menpar Sandiaga Uno Buka Suara
7 Cara Alternatif Mengatakan “As Per Our Conversation" Saat Kirim Email di Kantor
6 Skills yang Wajib Dikuasai Project Manager yang Mumpuni agar Proyek Berjalan Efisien