Karyawan yang Perform Justru Menerima Umpan Balik Terburuk, dan Mendorong Mereka Resign

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 19:39 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang kinerjanya tinggi ternyata sering tidak menerima umpan balik yang memuaskan. (Freepik/Drobot Dean)
Ilustrasi: Karyawan yang kinerjanya tinggi ternyata sering tidak menerima umpan balik yang memuaskan. (Freepik/Drobot Dean)

PejuangKantoran.com - Ketika kita merasa sudah bekerja semaksimal mungkin dengan hasil yang baik, wajar jika pada akhirnya kita ingin mendapat reward dari atasan.

Namun berdasarkan analisis baru terhadap lebih dari 23.000 performance review di 250 tempat kerja di AS, karyawan yang perform tidak mendapatkan umpan balik yang memuaskan di tempat kerja.

Hal itu mendorong mereka untuk mengundurkan diri dari perusahaan, demikian hasil penelitian dari Textio, platform penulisan bertenaga AI untuk tim SDM.

Baca Juga: PT Kawan Lama Group Buka Lowongan Pekerjaan, Ada Banyak Posisi Bisa di-Apply

Kualitas umpan balik memang berbeda-beda, bisa positif atau negatif. Yang dimaksud umpan balik berkualitas tinggi umumnya yang disertai dengan contoh-contoh yang jelas tentang kontribusi karyawan.

Selain itu juga berisi saran yang jelas untuk perbaikan dan cara mencapai kemajuan untuk pengembangan karir ke depannya, seperti mendapatkan promosi.

Di sisi lain, umpan balik yang berkualitas rendah tidak spesifik, tidak relevan, atau tidak dapat ditindaklanjuti.

"Feedback itu bisa jadi tentang kepribadian seseorang, bukan pekerjaannya, atau bisa jadi dibesar-besarkan dan tidak terlalu realistis," kata Kieran Snyder, salah satu pendiri dan kepala ilmuwan emeritus di Textio.

Ketika mendapatkan umpan balik berkualitas rendah (meskipun positif), sebanyak 63% karyawan lebih mungkin untuk berhenti dalam 12 bulan ke depan, menurut survei Textio pada 2023.

Lalu, 30% karyawan yang perform malah resign dari pekerjaannya dalam tahun pertama. Hal itu tentunya bisa menimbulkan masalah bagi tim dengan karyawan yang jadi andalan.

Baca Juga: Jepang Punya Ramen Sedot Berkafein untuk Para Gamer dan Workaholic

"Ketika orang memberikan umpan balik untuk karyawan berkinerja tinggi, mereka merasa perlu untuk memberikan lebih banyak, tetapi lebih sering bersifat permukaan," kata Snyder.

Perempuan menerima umpan balik berdasarkan kepribadiannya

Analisis Textio juga menemukan adanya bias gender dalam jenis umpan balik yang diberikan kepada karyawan laki-laki dan perempuan.

Perempuan lebih mungkin menerima umpan balik berdasarkan kepribadiannya daripada laki-laki, entah itu kolaboratif dan membantu, atau, bagaimana mereka mempengaruhi perasaan orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X