Tips Membuat Cold Message yang Efektif untuk Penawaran Kerja agar Cepat Direspons

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 20:44 WIB
Ilustrasi: Kebanyakan orang merespons dengan lebih baik cold message yang berasal dari orang yang mereka kenal. (Unsplash/Swello)
Ilustrasi: Kebanyakan orang merespons dengan lebih baik cold message yang berasal dari orang yang mereka kenal. (Unsplash/Swello)

Kamu bisa menceritakan tentang momen di mana kamu bertemu mereka, informasi penyemangat yang kamu kumpulkan dari profil daring mereka, atau koneksi relevan lainnya, seperti pernah kuliah di universitas yang sama.

Lakukan follow up

Terkadang, cold message hilang di inbox penerima, atau penerima tidak segera merespons dan kemudian melupakannya. Meskipun follow up itu penting, pastikan kamu melakukannya dengan sopan dan dalam interval yang wajar.

Baca Juga: Mengapa CEO Boeing yang Baru Kelly Ortberg Pilih Ngantor di Seattle, Kantor Pusatnya yang Lama?

Tunggu beberapa hari untuk mendapatkan respons sebelum mengirim follow up yang sekadar memberi tahu penerima bahwa kamu tetap antusias untuk membahas peluang dengan mereka.

Hal tersebut akan membuatnya yakin bahwa kamu benar-benar tertarik dengan kualifikasi spesifiknya, dan tidak melakukan banyak komunikasi dengan siapa pun yang memungkinkan.

Bertemanlah di jejaring sosial profesional

Kamu bisa mengirim cold message melalui email atau jejaring sosial, tetapi  jejaring sosial profesional seperti LinkedIn akan lebih disukai.

Media ini memungkinkan penerima untuk menjelajahi latar belakang kamu, dan memastikan bahwa kamu benar-benar seperti yang kamu katakan.

Mereka juga bisa mengakses informasi tentang perusahaan kamu dan para pemimpinnya dengan mudah, sehingga mereka bisa memutuskan dengan lebih baik apakah peluang tersebut layak untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga: Lowongan Kerja di PT Nestle Indonesia Sebagai Management Trainee, Buruan Lamar!

Meskipun biasanya kamu menghindari mengirim DM ke media sosial pribadi seseorang tentang subjek yang berhubungan dengan bisnis, jika orang tersebut menggunakan media sosialnya untuk tujuan komersial, direct message juga bisa berfungsi dengan baik.

Tekankan kualitas daripada kuantitas

Ketika kamu perlu mengisi suatu lowongan kerja, kamu mungkin cenderung mengirimkan banyak cold message. Namun, mengirim pesan lebih sedikit dengan kualitas yang lebih baik mungkin akan lebih cepat direspons.

Buat pesan yang cukup singkat, enak dibaca, tapi informatif. Kalau kamu hanya ingin mengisi beberapa posisi yang kosong, atau bahkan hanya satu posisi, pesan seperti itu akan mampu membangun koneksi secara efisien dengan orang-orang yang paling memenuhi syarat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X