Saat Wawancara Kerja, Cari Tahu Apakah Kamu Punya Atasan yang Baik (Gaji Tinggi Urutan Kedua)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 09:49 WIB
Ilustrasi: Dalam proses wawancara, jangan hanya mencari tahu apakah jam kerjanya fleksibel atau gajinya tinggi. Cari juga atasan yang baik. (Freepik)
Ilustrasi: Dalam proses wawancara, jangan hanya mencari tahu apakah jam kerjanya fleksibel atau gajinya tinggi. Cari juga atasan yang baik. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Selain gaji besar, atau paling tidak, cukup untuk kebutuhan sehari-hari, banyak orang yang juga ingin bekerja dengan atasan yang baik.

Faktanya, gaji dan atasan menjadi dua faktor terpenting dalam kehidupan kerja seseorang. 

Bahkan, tunjangan yang sesuai, peluang untuk berkembang, dan teman kerja, tidak terlalu penting lagi jika gaji tidak cukup dan atasan bukan pemimpin yang baik.

Baca Juga: Berusaha Menyelesaikan Terlalu Banyak Pekerjaan Hanya Bikin Kelelahan, Jangan Dinormalisasi!

Itulah hasil survei terbaru dari Owl Labs, yang membuat teknologi konferensi video.

Frank Weishaupt, CEO Owl Labs, mengatakan bahwa data tersebut sama seperti pepatah lama yang bilang: orang tidak berhenti bekerja karena pekerjaan yang mengecewakan, melainkan karena atasan yang buruk.

Tanda atasan yang baik

Saat mencari kerja, sebaiknya kamu juga mencari atasan yang baik dan suportif, selain gaji yang sesuai.

Deepali Vyas, kepala global fintech, pembayaran, dan praktik kripto di Korn Ferry, menyebutkan beberapa tanda atasan yang baik, yaitu bisa memimpin dengan empati, fleksibilitas, transparansi, dan akuntabilitas.

“Manajer yang menguasai keseimbangan kecerdasan emosional dan tidak terlalu kaku adalah atasan yang baik,” kata Vyas yang memiliki pengalaman merekrut selama 25 tahun.

Baca Juga: Perempuan Ini Komplain Karena Kena Denda Telah Mengotori Bedcover Hotel. Jika Mengalaminya, Apa Yang Harus Dilakukan?

Untuk mengetahui kecerdasan emosional seorang manajer perekrutan selama proses wawancara kerja, ia merekomendasikan kandidat untuk bertanya:

“Bagaimana tim saat ini menggambarkan diri Bapak/Ibu dan gaya kepemimpinan Bapak/Ibu?”

Pastikan ada kata-kata bahwa dia menghargai fleksibilitas dan kepercayaan terhadap laporan, serta tidak melakukan praktik micromanagement.

Misalnya saja, manajer tersebut mungkin akan berkata, “Saya memberikan karyawan kebebasan untuk menjalankan ide, sambil saya tetap membantu ketika mereka benar-benar membutuhkan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X