Breadcrumbing dalam Dunia Kerja, Ketika Kamu Diberikan Janji Palsu yang Tak Pernah Terwujud

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 November 2024 | 21:25 WIB
Ilustrasi: Breadcrumbing saat ini kerap dilakukan atasan untuk mempertahankan karyawan dengan cara tidak wajar. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Breadcrumbing saat ini kerap dilakukan atasan untuk mempertahankan karyawan dengan cara tidak wajar. (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Terkenal sebagai istilah kencan yang populer, ternyata breadcrumbing juga bisa terjadi di dunia kerja. Apa artinya?

Jadi, breadcrumbing terjadi ketika seseorang di tempat kerja menawarkan janji palsu untuk membuat kamu tetap bertahan bekerja di sana.

Janji palsu yang dimaksud misalnya manajer atau HRD yang memberitahu stafnya tentang peluang di masa depan, seperti kenaikan gaji, promosi, dan business trip, yang tidak pernah terwujud.

Baca Juga: 13 Manfaat Buah Anggur Bagi Tubuh Kamu, Mulai Dari Kesehatan Mata Hingga Tulang. Lengkap!

Meskipun taktik untuk mempertahankan karyawan ini bukanlah hal baru, tetapi pada akhirnya breadcrumbing dapat merusak kepercayaan karyawan terhadap perusahaan.

Apalagi para pekerja muda saat ini lebih cerdas dan tidak memiliki masalah untuk berpindah kerja ketika suasana kantor sudah tak nyaman buat mereka.

Apa penyebabnya?

Menurut John Schneider, CMO platform manajemen kinerja Betterworks, masalah utama dari taktik ini adalah kurangnya pelatihan dan pemberdayaan manajer untuk melatih dan mengembangkan karyawan untuk mencapai peluang tingkat berikutnya.

Breadcrumbing hanya membuat seseorang tetap berada di posisinya, bukan sesuai dengan potensinya,” ujarnya.

Padahal, lanjut John, ketika perusahaan bisa memberikan jalur pertumbuhan dan pengembangan bagi karyawan yang membuatnya merasa betah bekerja di sana, hal ini bisa membuat karyawan lebih berkembang.

Baca Juga: Anggur Shine Muscat Terbukti Aman Dari Residu Pestisida. Kenali Juga Jenis-Jenis Anggur Lainnya

“Ketika seorang manajer tidak memberikan jalur konkret kepada karyawan untuk bergerak maju dan berkomitmen membantu sampai di sana, karyawan tersebut berpotensi mengalami kerusakan,” tambahnya.

Seringkali, breadcrumbing juga disebabkan oleh kurangnya standar formal dalam melacak perkembangan karier.

Program yang seharusnya dimiliki perusahaan

Untuk menghindari breadcrumbing, beberapa perusahaan bahkan telah beralih ke metode yang membuat karyawan tetap terlibat dan benar-benar memastikan bahwa mereka mengalami kemajuan dalam pekerjaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X