PejuangKantoran.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja di bidang digital semakin meningkat.
Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, permintaan talenta digital diproyeksikan naik dari 1,2 juta orang pada 2022 menjadi 2 juta orang pada 2025.
Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten.
Baca Juga: Ini Dia Materi Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Teknis BKN 2024 yang akan Diujikan pada 3 Desember
Fiyarni Pamuntjak, seorang konsultan HR berpengalaman lebih dari 18 tahun di berbagai sektor seperti teknologi, keuangan, dan komunikasi, mengungkapkan sejumlah tantangan dalam merekrut tenaga kerja di industri teknologi.
Beberapa di antaranya adalah rendahnya kemampuan dasar di bidang IT, ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri, dan kurangnya soft skill pada tenaga kerja baru.
Hard Skill vs. Soft Skill: Mana yang Lebih Penting?
Menurut Fiyarni, meski kebutuhan tenaga kerja di industri teknologi tetap tinggi, kemampuan teknis saja tidak cukup.
Hard skill seperti algoritma, bahasa pemrograman, serta keahlian di lima kluster populer (Developer, Cybersecurity, Digital Infrastructure, Data Analyst, dan IT Consultant) memang penting, tetapi tidak boleh melupakan soft skill.
Baca Juga: Panitia Seleksi CASN Provinsi Maluku Utara Umumkan Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK 2024
"Hard skill bisa dipenuhi dengan teknologi, tetapi soft skill tidak bisa digantikan. Kemampuan berpikir kritis, problem solving, kolaborasi, dan komunikasi adalah kunci bagi generasi muda untuk bersaing di dunia kerja era digital," ujar Fiyarni.
Bahasa Asing: Senjata Kompetitif di Dunia Kerja
Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi elemen penting yang sering ditekankan dalam webinar yang dimoderatori oleh Michael Tan dari WIDE Edu ini.
Hampir semua pekerjaan, khususnya di perusahaan multinasional, membutuhkan keterampilan ini.
Artikel Terkait
56 Persen Karyawan Lebih Memilih GenAI daripada Manajer untuk Bertanya. Apa Alasannya?
Punya Alasan Kuat, Ini 7 Aturan Kerja Tak Tertulis yang Tak Mau Diikuti oleh Pekerja Gen Z
Penilaian Kerja Tak Hanya Membuat Cemas Karyawan, Tapi Juga Manajer. Ini Cara Mengatasinya!
Saat Istri Melahirkan, Kebijakan Cuti Ayah Juga Harus Diterapkan Agar Bisa Menguntungkan Istri dan Anak
Angka Kelahiran Semakin Turun, Pemerintah Korea Selatan Buat Kebijakan yang Menguntungkan Pasutri Bekerja
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
9 Cara Agar Kamu Bisa Tetap Menikmati Pekerjaan yang Tidak Kamu Suka
Ingin Cepat Dipromosikan Jadi Pemimpin di Kantor? Coba Lakukan 5 Cara Ini!
10 Tanda Green Flag Pelamar yang Harus Diterima oleh Perusahaan, Bisa Jadi Karyawan Terbaik!
Gila Kerja Berlebihan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Gejala Depresi, Ini Tanda yang Lainnya!