Cara Menggunakan Tipe Kepribadian agar Resolusi Tahun Baru Lebih Mudah Tercapai

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 29 Desember 2024 | 22:05 WIB
Ilustrasi: Pemilik kepribadian Conscientiousness mungkin merasa kesal pada orang yang tidak melakukan seperti yang diinginkan. (Freepik)
Ilustrasi: Pemilik kepribadian Conscientiousness mungkin merasa kesal pada orang yang tidak melakukan seperti yang diinginkan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Banyak orang yang menyusun daftar Resolusi Tahun Baru namun gagal melaksanakannya. Penyebab gagalnya pencapaian resolusi tersebut ternyata bukan melulu karena kamu tidak serius menjalankannya.

Bagaimana jika alasan kebanyakan orang tidak dapat mempertahankan Resolusi Tahun Baru adalah karena mereka memilih resolusi yang salah? Bagaimana jika mereka memilih resolusi yang salah, karena tidak sesuai tipe kepribadian mereka?

Mengetahui The Big Five Personality Traits adalah cara yang sangat berguna untuk memahami diri kamu dengan lebih baik.

Siapa tahu mengetahui tipe kepribadian kamu bisa membantu kamu memanfaatkan kekuatan kamu? Atau hal itu bisa mencegah kamu membuang-buang waktu dan energi untuk kebiasaan atau aktivitas baru yang tidak cocok untuk kamu?

Baca Juga: Alumni Harvard Semakin Sulit Mencari Pekerjaan, Kalah dari Universitas Bergengsi Lain

Sebelum menentukan Resolusi Tahun Baru, kenali tipe-tipe kepribadian yang disebut dengan Big Five Personality Traits berikut:

1. Openness to Experience

Pemilik kepribadian ini cenderung menyukai peluang baru. Namun, biasanya kamu lebih termotivasi terlibat dengan hal baru yang sudah ketahui sebelumnya daripada melakukan hal-hal yang benar-benar baru.

Jadi, kemungkinan terburuk ketika kamu mencoba sesuatu yang baru adalah kamu tidak terlalu menyukainya. Namun, tetap ada kemungkinan kamu menemukan sesuatu yang ditambahkan ke dalam daftar favorit.

2. Extroversion

Orang ekstrover termotivasi untuk menikmati perhatian dari orang lain. Sementara kamu yang introver justru tidak menyukai sorotan.

Baca Juga: 8 Situasi Di Mana Kamu Lebih Baik Diam daripada Mendebat untuk Menanggapinya

Jalan tengah yang menyenangkan bagi keduanya adalah bertemu lebih banyak orang, tetapi melakukannya dengan cara yang nyaman bagi diri. Misalnya, makan siang dengan satu atau dua rekan kerja beberapa kali seminggu.

Dengan begitu, kamu bisa memperluas lingkaran sosial tanpa harus menempatkan diri dalam situasi yang memicu ketidaknyamanan.

3. Conscientiousness

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X