7 Alasan Generasi Muda Tidak Tertarik Jadi 'Budak Korporat', Salah Satunya Gaji Tak Sepadan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 12:25 WIB
Ilustrasi: Karyawan muda saat ini tak lagi tertarik menjadi budak korporat yang kerja mati-matian tanpa imbalan yang sepadan. (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan muda saat ini tak lagi tertarik menjadi budak korporat yang kerja mati-matian tanpa imbalan yang sepadan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Dulu, bekerja di gedung-gedung tinggi adalah impian banyak orang, termasuk anak muda.

Namun, bagi generasi muda saat ini, istilah “budak korporat” lebih menggambarkan realita pekerja di gedung-gedung perkantoran dengan segala tuntutannya yang tinggi.

Itulah yang membuat anak muda semakin merasa bahwa dunia kerja tidak lagi sejalan dengan kebutuhan mereka, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup saat ini.

Baca Juga: Yuk, Kerja Remote dari Selandia Baru! Pemerintah Terapkan Visa Digital Nomad untuk Pekerja Asing

Meski generasi sebelumnya sering mengkritik etos kerja Gen Z, tetapi ada alasan kuat mengapa banyak dari mereka yang mulai kehilangan minat jadi budak korporat. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kurangnya fleksibilitas 

Selain bekerja, generasi muda sebenarnya juga memiliki berbagai tanggung jawab lain, seperti melanjutkan pendidikan atau merawat keluarga.

Survei dari Future Forum menunjukkan bahwa 94% pekerja menginginkan fleksibilitas lebih dalam pekerjaan mereka.

Sayangnya, masih sedikit perusahaan menerapkan jam kerja fleksibel sehingga banyak anak muda lebih memilih untuk tidak bekerja di “9 to 5”.

2. Kerja lembur tanpa bayaran 

Baca Juga: Kamu Bisa Lihat Tanda-tanda Lingkungan Kerja yang Toxic sejak Wawancara Kerja, Ini Caranya!

Generasi muda semakin sadar akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau work-life balance.

Dengan tekanan kerja yang sudah tinggi, lembur tanpa bayaran justru memperburuk keadaan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang terbiasa bekerja tanpa kompensasi tambahan, banyak anak muda memilih meninggalkan pekerjaan yang tidak menghargai waktu dan tenaga mereka.

3. Lingkungan kerja yang toxic

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X