Di-Ghosting Rekan Kerja? Hadapi Pakai 4 Cara Ini!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 Februari 2025 | 08:17 WIB
Ilustrasi: Salah satu cara mencegah di-ghosting rekruter adalah dengan meminta informasi mengenai tahapan selanjutnya setelah satu tahap selesai. (Freepik)
Ilustrasi: Salah satu cara mencegah di-ghosting rekruter adalah dengan meminta informasi mengenai tahapan selanjutnya setelah satu tahap selesai. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tren ghosting di tempat kerja dapat muncul dalam berbagai cara. Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika di-ghosting oleh rekan kerja?

Jajak pendapat yang dilakukan Monster, menemukan bahwa 77% pekerja merasa kesal saat rekan kerja mengabaikan pesannya. Ini lebih dari sekadar menyakiti perasaan, tetapi juga merusak moral.

Selain itu, komunikasi yang tidak efektif juga menciptakan hambatan yang merugikan dalam kolaborasi, produktivitas, dan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Made In Bali, Kisah Cinta Segitiga Berlatar Keluarga Seniman dan Adat Budaya Bali

Menurut Jessica Guistolise, pembuat Lucid Software, seiring dengan miskomunikasi yang terus terjadi, fenomena ghosting di tempat kerja menjadi semakin umum.

Namun, Guistolise menekankan bahwa ghosting di tempat kerja biasanya bukan karena niat buruk. Ini sering kali merupakan hasil sampingan dari seseorang yang kewalahan menerima pesan di berbagai platform.

Ghosting bisa terjadi ketika seseorang menghindari merespon karena tidak memiliki jawaban yang jelas, merasa tertekan, atau tidak yakin bagaimana cara menyampaikan kabar buruk.

Strategi menghindari ghosting oleh rekan kerja

Guistolise membagikan beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan untuk meminimalisir ghosting.

  1. Perjelas ekspektasi di awal

Dia mengakui bahwa ketika ekspektasi tidak jelas, pekerjaan akan terhenti, pesan-pesan tidak terjawab, dan rasa frustrasi mulai muncul.

Kiat pertamanya untuk mencegah ghosting di tempat kerja adalah menetapkan ekspektasi yang jelas dengan tim sejak awal.

“Pastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama, termasuk menetapkan tenggat waktu yang jelas, kerangka waktu respons, protokol rapat, mekanisme umpan balik, dan proses yang jelas untuk menyelesaikan konflik,” katanya.

Baca Juga: Lowongan Kerja di NPURE: Tantangan Menarik Jadi Head of Brand Marketing

  1. Manfaatkan alat yang ada

Jika kamu sudah menggunakan beberapa aplikasi untuk memajukan proyek, cek apakah semuanya bekerja sama secara efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X