4 Kelemahan Diri yang Ingin Didengar Rekruter dari Kandidatnya saat Wawancara Kerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 Maret 2025 | 10:15 WIB
Ada satu pertanyaan menjelang akhir wawancara yang harus dijawab dengan tepat, yaitu pertanyaan tentang kelemahan kandidat. (Freepik)
Ada satu pertanyaan menjelang akhir wawancara yang harus dijawab dengan tepat, yaitu pertanyaan tentang kelemahan kandidat. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Sebagian besar wawancara kerja memiliki template yang sama. Kamu akan ditanya mengenai latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, mengapa kamu menginginkan pekerjaan itu, dan apa yang akan kamu tawarkan pada perusahaan.

Menjelang akhir wawancara, rekruter akan mengajukan satu pertanyaan yang bisa membuat kamu khawatir saat menjawabnya: “Menurut kamu, apa kelemahan diri kamu?”

Ini mungkin tampak seperti jebakan, tetapi sebenarnya ada tujuan diajukannya pertanyaan tersebut.

Menjawab dengan jujur akan mengungkapkan bahwa kamu sadar diri dan mengakui bahwa kamu selalu dapat berkembang.

Namun, penting untuk membingkai kelemahan dengan cara yang menunjukkan bahwa kamu bersedia bekerja keras untuk berkembang.

Berikut adalah beberapa kelemahan yang ingin didengar oleh rekruter dalam wawancara kerja, yang justru bisa menguntungkan kamu.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Jawab, Ini Contoh Pertanyaan dan Jawaban saat Wawancara Kerja untuk Posisi Management Trainee

  1. Kesulitan meminta bantuan

Siapa yang menyangka bahwa kelemahan kamu yang sulit meminta bantuan adalah kelemahan yang ingin didengar oleh rekruter dalam wawancara kerja?

Ini karena artinya kamu memiliki kepercayaan pada kemampuan sendiri sehingga bisa menjadi karyawan yang proaktif dan produktif.

Namun, pastikan kamu juga memberitahu rekruter kalau kamu akan mencoba memperbaiki kelemahan ini.

  1. Memiliki imposter syndrome

Sindrom ini ternyata sangat umum terjadi, terutama di kalangan orang berprestasi.

Pelatih profesional Michele Moliter menjelaskan, orang dengan imposter syndrome percaya bahwa kesuksesan yang dialami adalah hasil dari “menipu” orang lain untuk berpikir bahwa dirinya lebih cerdas daripada yang dianggapnya.

Bersikap terbuka memiliki sindrom ini dapat membantu menormalkannya, yang merupakan salah satu alasan mengapa rekruter ingin mendengarnya dalam wawancara kerja.

Setelah menyebutkan kelemahan ini dalam wawancara kerja, kamu harus menguraikan cara memerangi suara internal negatif pada diri sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X