Berikan juga ruang untuk orang yang menerima tugas untuk belajar dari kesalahan. Bimbing dengan tenang, beri arahan yang jelas, dan tunjukkan bahwa proses belajar adalah hal wajar.
3. Tingkatkan komunikasi
Keberhasilan dalam mendelegasikan tugas sangat bergantung pada komunikasi yang transparan dan terarah. Jabarkan rincian tugas, tetapkan tujuan akhir yang jelas, tentukan standar hasil yang diharapkan, serta sampaikan tenggat waktunya.
Jangan menyimpan ekspektasi dalam pikiran tanpa disampaikan karena bisa menyebabkan miskomunikasi.
Lalu, jangan lupa untuk menindaklanjuti secara berkala, tetapi jangan terlalu mengontrol. Biarkan anggota tim bekerja dengan caranya sendiri selama masih dalam jalur yang benar.
4. Ubah pola pikir tentang keberhasilan
Kamu mungkin memiliki keyakinan bahwa pekerjaan hanya berhasil jika dilakukan dengan cara tertentu. Padahal, ada berbagai metode yang juga bisa menghasilkan kualitas yang sama baiknya.
Memberi ruang bagi pendekatan “keberhasilan” yang berbeda dapat menjadi awal untuk mengenali potensi tim secara lebih menyeluruh.
Selain berhasil dikerjakan, pastikan orang yang mengerjakannya melakukannya dengan tanggung jawab, ketepatan waktu, dan hasil yang memadai.
Dengan pola pikir ini, proses kerja menjadi lebih fleksibel, tidak terlalu membebani diri sendiri, dan memberi ruang bagi tim untuk berkembang. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Seorang Manajer Atau Eksekutif Wajib Memahami Value Chain. Berikut Ini Alasan-Alasannya!
Takut Kena Penyakit Kulit Karena Pakai baju Thrifting? Lakukan Hal-Hal Ini, Maka Kamu Akan Aman!
Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88 Tahun, Umat Katolik di Dunia Berduka
Gaji ART Inul Di Atas Rata-Rata UMR Jakarta? Ini Pentingnya Kamu Sebagai Karyawan Paham UMR!
Lowongan Kerja Jadi Frontliner di PT Bank Sinarmas Tbk untuk Penempatan di Jakarta
Ternyata, Menguap Bisa Jadi Tanda Bahaya yang Nggak Kamu Sadari
5 Gaya Karyawan saat Menghadapi Konflik di Tempat Kerja, Kamu Tipe Gaspol atau Tipe Pendiam?